Memimpin Infrastruktur Berkelanjutan untuk Indonesia

Memimpin Infrastruktur Berkelanjutan untuk Indonesia

Setiap proyek Waskita Karya mengutamakan inovasi dan praktik ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan menjadi pemimpin infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Memberdayakan Masyarakat & Keselamatan Kerja

Memberdayakan Masyarakat & Keselamatan Kerja

Setiap proyek Waskita Karya mengutamakan inovasi dan praktik ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan menjadi pemimpin infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Penerapan Konstruksi Ramah Lingkungan

Penerapan Konstruksi Ramah Lingkungan

Mengurangi jejak karbon dengan teknologi konstruksi cerdas, efisiensi energi, dan pengolahan daur ulang material di setiap tapak proyek.

Pendahuluan

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyadari bahwa keberlanjutan merupakan bagian penting dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Waskita terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam tata kelola, kegiatan operasional, serta proses pengambilan keputusan bisnis. Penerapan ESG menjadi bagian dari transformasi Waskita dalam membangun bisnis yang semakin tangguh, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Melalui pengelolaan dampak lingkungan, penguatan aspek sosial dan keselamatan, serta penerapan tata kelola yang transparan dan berintegritas, Waskita berupaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga mendukung keberlanjutan di masa mendatang. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Waskita untuk menciptakan nilai berkelanjutan, memperkuat ketahanan bisnis, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen Waskita Untuk ESG

Waskita berkomitmen untuk terus meningkatkan penerapan ESG sebagai bagian dari transformasi dan penguatan fundamental perusahaan. PT Waskita Karya (Persero) memahami bahwa strategi keberlanjutan menjadi fondasi strategis dalam memastikan pertumbuhan jangka panjang dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Waskita Karya menjalankan strategi keberlanjutan yang berfokus pada pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial secara terstruktur, terukur, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Waskita Karya senantiasa menjaga komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada perolehan laba tetapi juga menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. Sebagai implementasi nyata dari komitmen tersebut, Waskita telah menyusun Grand Strategy dengan mengusung tema “Pertumbuhan Berkelanjutan” (Sustainable Growth), yang mencakup 5 (lima) strategi, sebagai berikut:

1. Diversifikasi Pendapatan

Menyeimbangkan portofolio investasi serta melakukan penetrasi pasar eksternal dan mengelola pendapatan berkelanjutan/recurring income.

2. Efisiensi Biaya

Menyeimbangkan portofolio investasi serta melakukan penetrasi pasar eksternal dan mengelola pendapatan berkelanjutan/recurring income.

3. Pengelolaan Pendanaan

Pengelolaan pendanaan dilaksanakan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang terstruktur, akurat, dan terkendali dengan tetap memenuhi financial covenant yang dipersyaratkan perbankan, menjaga cost of fund, dan menjaga arus kas operasional yang positif.

4. Peningkatan Kapabilitas Internal

Meningkatkan kapabilitas internal Perusahaan untuk mendukung pertumbuhannya, antara lain: Manajemen cashflow, Manajemen portofolio, Manajemen risiko, Standardisasi produksi, Optimasi dan integrasi sistem SAP serta Pengembangan SDM

5. Pengelolaan Risiko

Pengelolaan risiko yang terukur dan efektif melalui Enterprise Risk Management Framework (ERM) sebagai dasar dalam pengambilan keputusan Direksi agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan Perusahaan.

TATA KELOLA

Struktur Komite ESG

Kerangka tata kelola keberlanjutan Waskita Karya yang terintegrasi dari tingkat direksi hingga unit operasional guna memastikan efektivitas penerapan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG)

KOMITMEN BERKELANJUTAN

Kebijakan Keberlanjutan (ESG)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh ke dalam rantai nilai bisnis infrastruktur. Kebijakan ini menjadi panduan strategis korporasi dalam mendorong pembangunan hijau, memperkuat akuntabilitas tata kelola, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

🌱 Environmental (Lingkungan)

Penerapan konstruksi hijau (*Green Construction*), efisiensi penggunaan energi dan air, pengelolaan limbah operasional, serta mitigasi dampak perubahan iklim secara terukur.

🤝 Social (Sosial)

Penjaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penghormatan Hak Asasi Manusia, penguatan kapasitas SDM, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar area proyek.

⚖️ Governance (Tata Kelola)

Penegakan etika bisnis dan anti-korupsi, transparansi pelaporan publik, manajemen risiko terintegrasi, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional dan internasional.

Dokumen Kebijakan ESG Waskita

Lihat pedoman dan regulasi resmi Kebijakan ESG PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

PENCAPAIAN

Pencapaian ESG

Waskita telah mencapai posisi yang kuat dalam Penilaian Keberlanjutan Perusahaan S&P Global, menunjukkan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan pada sub-sektor Construction & Engineering.

BERDASARKAN S&P GLOBAL

Penilaian Penerapan ESG

Roadmap ESG

TIGA PILAR ESG WASKITA

Komitmen Waskita terhadap Environment, Social, dan Governance

DOKUMEN RESMI

Kebijakan Waskita

Kebijakan komprehensif yang mengarahkan praktik keberlanjutan dan tata kelola perusahaan

ARSIP

Laporan Keberlanjutan

Pelaporan transparan tentang perjalanan dan pencapaian keberlanjutan Waskita Karya setiap tahun.

2025

2024

2023

2022

2021

2020

Penghargaan

Pengakuan atas komitmen Waskita terhadap keberlanjutan dan keunggulan operasional.

STANDAR INTERNASIONAL

Sertifikasi Internasional

Aktivitas operasional Waskita telah memenuhi standardisasi lembaga nasional dan internasional.