Waskita Karya Catat Perolehan Kontrak Baru Rp5,6 Triliun hingga Agustus 2026

Waskita Karya Catat Perolehan Kontrak Baru Rp5,6 Triliun hingga Agustus 2026

Jakarta, 25 September 2026. PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil mengumpulkan total Nilai Kontrak Baru (NKB) sebanyak Rp5,6 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan kontrak tersebut didominasi oleh proyek pemerintah pusat sebanyak 49,2 persen, pengembangan bisnis 11,8 persen, swasta 9,8 persen, pemerintah daerah 5,1 persen, BUMN dan BUMD 4 persen, serta kontribusi anak usaha sebesar 20 persen.

Berdasarkan segmentasi jenis pekerjaan, infrastruktur konektivitas paling banyak dengan persentase mencapai 41,6 persen. Disusul proyek infrastruktur air sebesar 20,7 persen dan gedung 17,7 persen.

Salah satu proyek pemerintah pusat yang dilaksanakan pada 2026 yaitu Sekolah Rakyat di Provinsi Papua. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di kawasan Indonesia Timur.

Corporate Secretary Steven Subiantoro mengatakan, total nilai kontrak baru pada Juli 2026 menunjukkan adanya pencapaian kinerja berkelanjutan. Angka itu, lanjutnya, menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 65 tahun, Steven menegaskan, Perseroan terus berkomitmen menyelesaikan proyek dengan hasil terbaik. Dalam 10 tahun terakhir, lanjutnya, Waskita Karya telah membangun 30 bendungan, 41 irigasi, 20 fasilitas Rumah Sakit (RS), 15 sarana pendidikan, 92 jalan tol, serta 19 proyek konektivitas daerah.

“Waskita Karya berkomitmen terus mendukung Program Prioritas Presiden. Di antaranya menghapuskan kemiskinan ekstrem, pemerataan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong keberhasilan Program Hasil Terbaik Cepat,” tutur Steven.

Perusahaan, lanjut dia, turut memastikan setiap infrastruktur dikerjakan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini guna memastikan pengerjaan berjalan lancar.

“Waskita Karya juga selalu memperkuat manajemen risiko sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satunya dengan memacu penyerapan tenaga kerja lokal di setiap lokasi proyek,” kata dia.

Ke depannya, lanjut Steven, Perseroan menargetkan peningkatan perolehan kontrak baru dan kinerja keuangan yang lebih baik. Keoptimisan ini didorong oleh besarnya peluang Waskita Karya dalam mengerjakan berbagai proyek strategis pemerintah, BUMN, swasta, hingga luar negeri.

Tampilkan Dokumen Siaran Pers

Waskita Karya

Waskita Karya

Tinggalkan Pesan