Sesuai Arahan Pemerintah, Waskita Karya Libatkan 3.000 Pekerja demi Kejar Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan

Sesuai Arahan Pemerintah, Waskita Karya Libatkan 3.000 Pekerja demi Kejar Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan

Jakarta, 20 Mei 2025. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Proyek ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan esktrem melalui pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

SR Sulsel dibangun di lima kabupaten mencakup Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru. Secara keseluruhan, realisasi pengerjaannya telah mencapai 62,07 persen.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turut mendorong penyelesaian seluruh bangunan SR supaya selesai pada akhir Juni 2026. Langkah itu selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar fasilitas pendidikan tersebut tuntas tepat waktu dan sesuai jadwal, namun tetap harus memperhatikan kualitas serta efektivitas dalam pekerjaan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Olah karena itu, Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujarnya.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menambahkan, untuk mempercepat penyelesaian proyek ini, Waskita melibatkan sekitar 3.000 pekerja. Sebanyak 41 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

“Seluruh tim bekerja siang dan malam dengan semangat secara bergantian, demi menjaga target pembangunan agar selesai tepat waktu. Kondisi lapangan yang cukup dinamis ditambah cuaca hujan menjadi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan, tapi kami tetap berkomitmen menjaga mutu dengan baik sesuai standar dan spesifikasi yang berlaku,” ujar Paulus dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Dirinya menuturkan, lingkup pekerjaan Perseroan meliputi gedung sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk asrama siswa, asrama guru, sarana ibadah, ruang serbaguna, dan lainnya. Paulus menambahkan, kini pengerjaan SR Sulsel sudah pada tahap arsitektur serta penyelesaian atau finishing.

Desain SR Sulsel, lanjut dia, memiliki lima manfaat di antaranya mengedepankan efisiensi energi, kearifan lokal, keamanan, dan ketahanan bencana, inklusif, fleksibel, dan kenyamanan. Maka Waskita Karya mengusung konsep green building guna menciptakan ruang yang sehat bagi para siswa dan guru.

“Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan aman bagi ratusan ribu siswa. Kami juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti keberlanjutan serta kemampuan beradaptasi demi memastikan bangunan dapat mendorong kegiatan belajar dan mengajar secara maksimal,” tutur Paulus.

Ia menambahkan, Waskita Karya pun mempertimbangkan integrasi teknologi yang mendukung praktik pendidikan inovatif. Diharapkan, langkah tersebut bisa menghadirkan pendekatan pengajaran sekaligus pembelajaran yang lebih dinamis dan demokratis.

“Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung kehadiran Sekolah Rakyat sebagai infrastruktur pendidikan yang fungsional, merata, dan siap dimanfaatkan pada tahun ajaran baru. Bagi kami, proyek ini bukan sekadar mengerjakan proyek, melainkan bagian dari investasi masa depan serta ikhtiar menghadirkan negara lebih dekat ke ruang belajar generasi muda,” jelas Paulus.

Tidak hanya bermanfaat mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan gratis berasrama, pembangunan SR Sulsel turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar proyek. Di antaranya meningkatkan penghasilan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pemilik warung kopi di salah satu lokasi SR Sulsel bernama Irmawati (43) mengaku pendapatannya bertambah setelah proyek tersebut mulai dikerjakan. Ia bahkan menambah stok barang jualannya lebih banyak.

“Penghasilan saya bertambah, kesibukan juga bertambah. Terima kasih kepada para pekerja proyek (SR Sulsel) yang sudah berbelanja di sini,” katanya.

Dirinya berharap, usai bangunan SR rampung dikerjakan dan beroperasi, anaknya bisa ikut bersekolah di sana. Program itu menjadi secercah harapan bagi Irma untuk memberikan fasilitas pendidikan terbaik bagi anaknya.

Sebagai informasi, Waskita Karya dipercaya mengerjakan SR di empat provinsi dengan total tenaga kerja mencapai hampir 10 ribu. Penyerapan pekerja paling banyak terjadi pada pembangunan SR Jawa Timur yang menembus 3.635, sementara SR Sumatra Selatan dan Aceh, masing-masing memiliki 1.770 dan 1.073 pekerja.

Tampilkan Dokumen Siaran Pers

Waskita Karya

Waskita Karya

Tinggalkan Pesan