Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Friday, 10 October 2014 03:04

Waskita Dirikan PT Waskita Beton Precast

Setelah memiliki anak usaha PT Citra Waspphutowa, PT Waskita Sangir Energi, PT Waskita Toll Road, kini PT Waskita Karya (Persero) Tbk menambah lagi satu anak perusahaan yaitu PT Waskita Beton Precast. Modal dasar untuk perusahaan ini sebesar Rp 100 miliar, modal ditempatkan dan disetor Rp 25 miliar yang telah diambil bagian oleh Pemegang Saham, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 24.999.000.000, dan Koperasi Waskita sebesar Rp 1.000.000.

Bertindak selaku Dewan Komisaris PT Waskita Beton Precast adalah Tunggul Rajagukguk (Komisaris Utama) dan Agus Sugiono (Komisaris). Adapun Dewan Direksi terdiri dari Sapto Santoso (Direktur Utama), Jarot Subana (Direktur), dan Haris Gunawan (Direktur).

 

Wednesday, 08 October 2014 07:36

Donor Darah di Waskita Karya

Bekerjasama dengan PMI Jakarta Timur PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Selasa (7/10/14), mengadakan Donor Darah. Para pendonor terdiri dari para pegawai Waskita baik Kantor Pusat, Divisi Gedung, Divisi Sipil, Divisi Realty, Divisi EPC, maupun Divisi Precast yang berdomisili di Jabodetabek. Dari jumlah pendaftar sebanyak 90 orang pegawai, tercatat ada 15 orang dinyatakan tidak layak mendonorkan darahnya pada hari itu karena berbagai alasan.

Jakarta, 25 September 2014 merupakan malam yang membahagiakan bagi PT Waskita Karya (Persero) Tbk karena saat itu Waskita mendapatkan penghargaan dalam ajang “Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2014”. Waskita meraih Pemenang II dalam Kategori Metode Konstruksi dengan karya yang berjudul “Metode Kerja Percepatan Instalasi Traveller Underslung Pada Jembatan Cable Stayed Dengan Multy Pylon”.

Metode Kerja Percepatan Instalasi Traveller Underslung pada Jembatan Cable Stayed dengan Multy Pylon merupakan metode kerja yang diaplikasikan pada proyek Jembatan Padamaran yang dikerjakan oleh Divisi Regional I PT Waskita Karya.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto dan diterima oleh Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq. Acara yang digelar di Grand Ballroom Hotel Sultan dimulai pada pukul 19.00. Dalam acara ini turut hadir para pejabat Kementrian Pekerjaan Umum serta Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional.

Penghargaan Karya Konstruksi merupakan salah satu bagian dari kegiatan Konstruksi Indonesia 2014 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada produk konstruksi dalam negeri.

Dalam rangka Idul Adha 1435 H tahun 2014, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyerahkan hewan qurban  sebanyak 40 (empat puluh) ekor kambing dan 10 (sepuluh) ekor sapi kepada berbagai yayasan, masjid, dan mushola di wilayah Jabodetabek. Hewan qurban itu berasal dari Unit Bisnis maupun para pegawai dan Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Ketua Badan Pembina Rohani Islam (Babinrohis) PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Haris Gunawan, secara simbolik menyerahkan hewan qurban tersebut kepada para penerima di area Gedung Waskita, Sabtu (4/10/2015) disaksikan seluruh panitia qurban.

Dalam sambutannya, Ketua Babinrohis mengharapkan bahwa daging hewan Qurban hendaknya dapat disalurkan kepada orang yang benar-benar berhak menerimanya. Kepada para pimpinan Yayasan dan pengurus Masjid serta musholla yang hadir, Ketua Babinrohis juga menyampaikan maaf apabila hewan yang diterima tidak sesuai harapan, “maksudnya, Bapak/Ibu yang semula berharap sapi tetapi mendapat kambing agar ikhlas dan tidak kecewa. Mudah-mudahan tahun depan mendapat giliran untuk mendapatkan sapi,” ungkapnya.



Friday, 03 October 2014 04:07

Waskita Karya Kerjakan Rusunawa Paspampres

Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden (Mako Paspampres) saat ini tengah membangun ratusan rumah susun sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi anggotanya yang masih bujangan. Pembangunan pertama dilakukan di markas Paspampres di Jalan Tanah Abang II Jakarta Pusat.

Konstruksi Rusunawa Paspampres yang berlokasi di Tanah Abang ini dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk selama 150 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Pemberi tugas adalah PPK Penyediaan Rumah Susun Wilayah I Satuan Kerja Penyediaan Perumahan, Kantor Kementerian Perumahan Rakyat RI. Rusunawa Paspampres di Tanah Abang memiliki luas lahan total 875 m2.


"Anggaran kurang lebih Rp 18 miliar diperuntukkan buat anggota yang masih bujangan," kata Komandan Paspampres Mayjen TNI Doni Monardo, saat melakukan peletakan batu pertama di Markas Komando Paspampres, Kamis (2/10).

Monardo menambahkan, anggota yang sudah menikah diharuskan meninggalkan rusunawa. Paspampres juga sudah menyediakan perumahan bagi anggota yang sudah menikah.

Monardo menjelaskan, pembangunan Rusunawa dilakukan di dua kota, Jakarta dan Bogor. Di Jakarta rusunawa berlokasi di Tanah Abang, Kelapa Dua, dan Bulak Rantai. Sedangkan di Bogor, Rusunawa Paspampres berada di Lawang Bintung, Sukasari, dan Bojong Nangka.

"Untuk Rusunawa di Tanah Abang akan dibangun 540 unit," jelas Monardo.

Pembangunan rusunawa di enam lokasi tersebut dijadwalkan selesai pada pertengahan 2015.


Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, mengatakan rantai penyediaan listrik di Indonesia barat baru tersedia sekitar 85%, bahkan di Indonesia Bagian Timur baru mencapai 40%. “Belum semua terlistriki,” tandas Wamen ESDM saat membukan Pameran Kelistrikan Inonesia 2014, di JCC, Jakarta, Rabu (01/10/2014). Menurut wamen, tantangan penyediaan listrik di Indonesia sangat banyak mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, jasa-jasa, penghematan, penyediaan operator, dan efisiensi yang mharus menjadi tanggung jawab bersama, karena PLN sendiri tidak sanggup. Menurut Wamen, supaya masyarakat mendapat listrik yang cukup maka harus ada pembangkitan.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi antara 5% – 7 % dan laju pertambahan pendusuk sebesar 1,1 % maka pertumbuhan penyediaan listrik di Indonesia  8%. Dengan kondisi seperti itu maka paling tidak pada tahun 2031 Indonesia harus menyediakan 240 000 MW, jauh lebih besar dari yang terpasang sekarang sebesar 50.000 MW. “Dalam satu tahun kita perlu membangkitkan 10.000 MW, untuk itu kita berupaya mempermudah birokrasi pengadaan listrik dan investor harus dapat untung,” kata Wamen seraya menegaskan bahwa  Indonesia tidak mempunya pilihan selain menyediakan listrik untuk masyarakat kita.

Pameran Kelistrikan Indonesia 2014 diikuti oleh 83 peserta dari dalam maupun luar negeri serta asosiasi, termasuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

 



Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan salah satu perusahaan milik negara, Waskita Karya, tengah mengincar proyek perluasan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
"Ini masih berjuang untuk mendapat kepercayaan membangun perluasan Masjid Nabawi di Madinah, dan sudah dibicarakan bagaimana sekalian memeliharanya," ujar Dahlan di Bandung, Senin, 29 September 2014.
Tidak hanya proyek perluasan Masjid Nabawi, tutur Dahlan, Waskita Karya mendapat sejumlah proyek pembangunan di Arab Saudi, di antaranya jalan layang di Jeddah, universitas di Riyadh, dan Masjidil Haram.


Menurut Dahlan, Waskita Karya sudah beberapa kali mengerjakan pembangunan Masjidil Haram. "Setiap tahun Masjidil Haram dibongar seperempatnya, lalu dibangun lagi setiap musim haji berikutnya," katanya.
Waskita Karya, ujar dia, juga menggarap jalan tol laut di Bali sepanjang 12 kilometer. Jalan tol itu dibangun selama 12 bulan. Kini, perusahaan itu dipercaya menggarap pengembangan perluasan terminal Bandara Husein Sastranegara berbiaya Rp 139 miliar.
Dahlan meminta Waskita Karya merampungkan pengembangan Bandara Husein dalam tempo satu tahun, sehingga bisa diresmikan pada 25 September 2015 atau saat ulang tahun Kota Bandung.

 

 

 

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/09/30/092610723/Waskita-Karya-Incar-Proyek-Perluasan-Masjid-Nabawi

 

 

 

 

Menteri BUMN Dahlan Iskan didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Dirut PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko, Dirut PT Waskita Karya (Persero) Tbk Ir. M. Choliq, M.M., Wadan Koharmat AU Marsma Tanto Suryanto, Komandan Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) Nyoman Tri Santoso, serta Walikota Bandung Ridwan Kamil, menekan tombol sirine menandai dimulainya (groundbreaking) renovasi, pengembangan, dan  perluasan Bandara Husen Sastranegara, di Bandung, Senin (29/09/2014).

Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko dalam sambutannya mengatakan, proyek pembangunan dan perluasan bandara ditargetkan usai dalam waktu 12 bulan ke depan. Renovasi tersebut mencakup perluasan terminal penumpang dari 5.000 meter persegi menjadi 17.000 meter persegi dengan nilai proyek mencapai Rp 139 miliar.  Pelaksanaan proyek renovasi, pengembangan, dan  perluasan Bandara Husen Sastranegara dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Menurut Tri S. Sunoko, seiring dengan diperluasnya terminal kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau lebih tinggi dibandingkan saat ini yang hanya 750.000 penumpang. Ia menambahkan, pada 2013, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara telah mencapai 2,46 juta penumpang atau dengan kata lain 300 persen melebihi kapasitas yang ada.

 

 

Konsep Bandara Husein Sastranegara baru mengambil tema "Modern yet Traditional" dengan desain bangunan terinspirasi arsitektur tradisional atap rumah khas Jawa Barat, yakni Leuit dan Julang Ngapak, serta senjata tradisional khas Jawa Barat, kujang. Soal warna, Bandara Husein Sastranegara baru nantinya akan didominasi oleh warna biru. Warna tersebut diambil dari warna tanaman tarum yang jika diolah bisa menghasilkan warna biru. "Tanaman ini sering digunakan oleh masyarakat Sunda untuk pewarna kain," ucapnya.

Di samping perluasan terminal, Bandara Husein Sastranegara juga mempersiapkan area komersial yang cukup luas guna meningkatkan pendapatan non-aero. Setelah pengembangan, area komersial tersebut akan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi atau jauh lebih luas dibandingkan sekarang yang hanya 500 meter persegi.

Meski demikian, Bandara Husein Sastranegara tetap mengandalkan satu landas pacu berukuran 2.500 meter x 45 meter yang bisa mengakomodasi penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737-800 NG, Airbus A320, dan Boeing 737-900 ER.

"Melalui pengembangan yang akan menambah kapasitas terminal, diharapkan masyarakat Bandung dan sekitarnya dapat mendapatkan pelayanan yang optimal di Bandara Husein Sastranegara," ujar GM Bandara Husein Sastranegara Yayan Hendrayani.


PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) hari ini, Jumat (26/09/14) di Jakarta menandatangani Perjanjian Usaha Patungan Pembangunan dan Pegoperasian Terminal Multipurpose di Kuala Tanjung. Hadir dan menandatangani perjanjian tersebut Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. M. Choliq, M.M., Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Ir. Bambang Triwibowo, dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Bambang Eka Cahyana, serta hadir pula Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Desi Arryani, M.M.

Modal Dasar saat pembentukan perusahaan patungan ini ditetapkan sebesar Rp 580.000.000.000 (Lima ratus delapan puluh miliar rupiah) dan Modal Disetor sebesar Rp 174.000.000.000 (Seratus tujuh puluh empat miliar rupiah). Adapun komposisi kepemilikan saham masing-masing adalah PT Pelindo I (Persero) sebesar 55%, PT PP (Persero) Tbk sebesar 30%, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar 15%.

PT Citra Waspphutowa dan KSO Waskita – PP – HK menandatangi Perjanjian Pembangunan Jalan Tol Depok – Antarsari Paket 1 (Antasari – Brigif) dan Paket 2 (Brigif – Sawangan), di Gedung CMNP, Jakarta, Selasa (23/09/2014).

Pembangunan  Jalan Tol Depok Antasari Paket 1 (Antasari – Brigif) sepanjang 6.8 KM (dua jalur, 6 lajur) dilaksanakan selama 18 bulan (540 hari). Jenis pekerjaan utama pada Paket 1 ini adalah bore pile dia 1200 mm, Jembatan (PCI Girder & Box Beton Girder), Perkerasan Beton, Aspal, Barrier, Drainase, Utilitas, dan Pekerjaan Lain-lain.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Tol Depok-Antasari (Seksi I) selesai pada 2015. Jadwal tersebut merupakan target baru setelah target awal selesai 2014 tak mungkin bisa dipenuhi. "Sejak awal memang proyek ini sudah tersendat. Proyek ini baru mulai 2011 padahal sudah dijadwalkan sejak 2006," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Ahmad Ghani Gazali beberapa waktu lalu.

Page 8 of 42