Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya ke Proyek INA – DRTG Sentul, Bogor (08/09/2014), melakukan Penanaman Pohon Damar didampingi Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala BIN Marciano Norman, KASAU Marsekal (TNI) Ida Bagus Putu Dunia, serta Wakil Menteri Pertahanan, Syafrie Syamsuddin

Menteri PU, Joko Kirmanto, meresmikan dimulainya pembangunan Bendungan Gondang, di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Selasa (09/09/2014). Dalam acara ini Menteri PU didampingi oleh Dirjen SDA Kementerian PU Mudjiadi, Pimpinan Komisi III DPR RI Ir. Nusirwan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM, Direktur Operasi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Didi Triyono, MM, serta Kepala Divisi Sipil PT Waskita Karya (Persero) Tbk Ir. Ridwan Darma.

Menteri PU dalam sambutannya mengatakan, pembangunan bendungan ini sangat strategis terutama untuk mewujudkan infrastruktur irigasi guna mendukung ketahanan pangan serta menambah pasokan air baku bagi kabupaten Karanganyar dan Sragen.

"Selama ini daerah irigasi sepenuhnya mengandalkan pasokan air dari Bengawan Solo. Jika musim kemarau tiba, pasokan air berkurang dan menimbulkan gagal panen. Bendungan ini berfungsi untuk mengatasi kondisi tersebut," ungkapnya.

Bendungan yang pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini, merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam RPJMN 2010/2014. Pembangunan Bendungan Gondang sangat diperlukan dalam rangka pengembangan infrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional  dan pengendali banjir di wilayah Kabupaten karanganyar. Di samping memiliki manfaat lain dalam rangka pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bendungan Gondang direncanakan memiliki volume tampung total 10 juta m3 untuk mengairi daerah irigasi seluas 4.680 hektar, pasokan air baku sebesar 200 liter/detik, budidaya perikanan dan pariwisata.

Pembangunan bendungan ini didanai oleh APBN secara multi years contract yang direncanakan selesai pada 2018. Luas keseluruhan lahan yang dibutuhkan adalah 88,25 hektar. “Waktu pelaksanaan pekerjaan bendungan Gondang selama 48 (empat puluh delapan) bulan, dimulai pada tahun 2014 dan berakhir tahun 2018,” ungkap Kapro Bendungan Gondang, Ir. Jaka Purwa Hartana, di lokasi proyek.

 

Data Teknis

Bangunan Utama memiliki tipe Random dengan inti tegak. Elevasi puncak Bendungan: 520,00 m, Lebar Puncak bendungan 12,00 m, Panjang Puncak 604,00 m, Tinggi (dari dasar galian) 71,00 m, Kemiringan Hulu 1 : 2,8, Kemiringan Hilir 1 : 2,5, Volume Timbunan Total 2,29 juta m3, Volume Timbunan Inti 0,39 juta m3, Volume Kotor 9,15 juta m3, Volume Efektif 7,06 juta m3, dan Luas Genangan 45,8 Ha.

Bangunan pelengkap terdiri dari Bangunan Pengelak dengan spesifikasi Elevasi Bagian Hulu 492,00 m, Elevasi Bagian Hilir 481,00 m, Panjang Saluran Bagian Hulu 193,00 m, Panjang saluran Bagian Hilir 167,00 m, Panjang Konduit 312,33 m, Dimensi (P x L) 2,5 x 2,5, Elevasi dasar Sungai Hulu 470,50 m, dan Elevasi Dasar Sungai Hilir 457,50 m. Bangunan Pelimpah terdiri dari Elevasi Mercu 515,00 m, Lebar Mercu 45 m, dan panjang Spilway (Total) 519,45 m. bangunan Pengambilan memiliki tipe Menara, Elevasi dasar Pengambilan 496,00 m, Elevasi Puncak Menara 528,90 m, dan Panjang Jembatan Penghubung 60 m.

 

 

Daerah Potensial Dibangun Bendungan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengedintifikasi sebanyak 49 lokasi yang berpotensi untuk dibangun bendungan di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, saat acara peresmian Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. “Mengingat masalah ketahanan air itu penting maka Ditjen SDA melihat sampai hari ini telah teridenitifikasi 49 lokasi untuk dibangun bendungan besar maupun kecil di seluruh Indonesia,”  kata Menteri PU. Namun, Djoko mengatakan, untuk membangun bendungan besar seperti Jatiluhur maupun Jatigede tempatnya sudah tidak ada.

“Untuk membangun bendungan besar seperti Jatiluhur atau Jatigede tempatnya tidak ada, mungkin di Papua ada, tapi di Jawa, Sumatera  bendungan  yang bisa kita bangun mungkin sedang seperti ini (Bendungan Gondang-red),” tambah Djoko Kirmanto.

Djoko juga menyebutkan, selama 10 tahun terakhir pemerintah telah memberikan prioritas kepada masalah ketahanan air. Disebutkan selama periode tersebut telah dibangun sebanyak 21 bendungan, dan sedang dalam pelaksanaan sebanyak 16 bendungan. Dari ke 16 bendungan tersebut, 4 di antaranya selesai di akhir tahun 2014 yaitu Titab di Bali, Bajul Mati di Jawa Timur, Pandanduri di NTB, dan Jatigede di Jawa Barat. “Untuk Jatigede ini sudah selesai 100 persen, namun karena masalah sosial jadi terkendala belum bisa terisi,” tambah Menteri PU.

Selain itu, saat ini juga terdapat 6 bendungan yang saat ini dalam proses lelang, seperti Bendungan Karian yang berada di Provinsi Banten. Djoko mengatakan, bendungan Karian ini cukup besar dan sangat berguna menyuplai air baku untuk Jakarta.

Menurut data yang terhimpun, selain Bendungan Karian, saat ini sedang dalam proses lelang adalah Bendungan Keureuto di Prov. Nangroe Aceh Daroessalam, Pidekso di Prov. Jawa Tengah, Raknamo di Prov. Nusa Tenggara Timur, Lolak di Prov. Sulawesi Utara, dan Bintang Bano di Prov. Nusa Tenggara Barat.


PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan sebagai Perusahaan Konstruksi Bangunan Terekspansif Tahun 2014 versi Majalah Economic Review pada malam Penghargaan Perusahaan Terbuka 2014, Jumat (29/08/2014). Selain itu, dalam even yang sama Waskita juga mendapat penghargaan Peringkat 3 Bidang Konstruksi Bangunan Kelompok Properti dan Real Estate, serta Peringkat 5 Good Coroporate Governance (GCG).

Penghargaan Perusahaan Terbuka 2014 merupakan event pertama yang direncanakan menjadi agenda tahunan oleh Majalah Economic Review. Penganugerahan penghargaan ini dimaksudkan sebagai upaya mendorong perusahaan-perusahaan terbuka (Tbk) di Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya baik dalam bidang finansial, sumber daya manusia, produksi dan inovasi, maupun dalam tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Hadir dalam kesempatan ini pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Wakil Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Fransiskus Welirang.

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan kepercayaan kembali membangun superblock yang akan menjadi salah satu icon kota Surabaya. Dimulainya pembangunan proyek ini ditandai dengan Ground breaking The Frontage Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014 di Surabaya. PT Trikarya Graha Utama selaku owner The Frontage memberi kepepercayaan kepada Waskita untuk mengerjakan pembangunan Mall, Hotel, Office and Apartemen ini. Hadir dalam acara ini, Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, Direktur Utama Bank BTN, Maryono, sebagai partner dari PT Trikarya Graha Utama, serta pihak owner, Kristianto, Setiabudianto, Budi Setiawan, dan Asrul Ananda.

Kehadiran The Frontage sebagai kompleks one stop shopping yang terdiri dari mall, office, hotel dan apartemen serta lokasinya yang berada di jantung kota Surabaya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya yang sudah semakin maju. Selain lokasi dan performa, visi dari PT Trikarya Graha Utama yang membantu kepemilikan individu membuat bank BTN  tertarik untuk turut menjadi partner dalam pembangunan The Frontage. Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Waskita Karya M, Choliq mengungkapkan rasa bangganya karena dapat membangun gedung yang akan menjadi ikon kota Surabaya.

Sedangkan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan “ Investasi di Jawa Timur menjadi nomor 1 di Indonesia. Tahun 2013, investasi mencapai Rp 145 triliun, sampai Agustus 2014 sudah mencapai Rp 80 triliun. Dan dari tahun 2009- sekarang, total investasi hampir Rp 400 triliun”. Kemajuan investasi tentu seiring dengan kenaikan pendapatan masyarakat. Kemajuan itu tentu membutuhkan layanan publik yang salah satunya hadir dalam bentuk superblock yang sedang dibangun saat ini. Wakil Gubernur Jatim berharap hal ini akan memacu kemajuan Jawa Timur di masa mendatang dan dapat melahirkan usaha-usaha semacam ini.

Sementara itu Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap para pengusaha yang tidak terpengaruh terhadap situasi politik yang terjadi saat itu. Menteri BUMN ini juga memuji Arif Afandi yang merupakan Direktur Utama BUMD yang telah bekerja keras  dan mempunyai track record yang baik sehingga dapat membawa kemajuan yang besar.

Dahlan Iskan juga mengatakan senang bisa menggandeng perusahaan sebesar Waskita. “Direktur Waskita ( Ir.Moh.Choliq) menjadi Dirut kurang dari 3 tahun yang lalu, saat Waskita mengalami kesulitan yang luar biasa, istilahnya opname, tidak dipercaya oleh siapapun. Dua tahun kemudian Waskita mengalami kemajuan yang sangat besar. Uang cashnya sekarang bertriliun-triliun dan mendapat kepercayaan membongkar dan membangun Masjidil Haram di Mekkah, membangun Universitas di Jeddah, dan jalan-jalan layang di Jeddah”  ujar Dahlan Iskan.

Waskita juga menjadi inisiator pembangunan jalan tol dari Krian menuju Lamongan yang merupakan inisiatif dari Pak Choliq, sehingga arus barang menuju perak tidak lagi mengganggu Surabaya. “Selain itu, sekarang kami sedang studi untuk membangun runaway di Bandara Juanda yang kedua.

Di samping itu juga antara barat dan timur akan dibuat underpass sehingga dapat terhubung dan tidak mengganggu lalu lintas,” sambung Dahlan Iskan.

 

Monday, 25 August 2014 03:52

CIMB 8th Annual Indonesia Conference

Pada tanggal 22 Agustus 2014, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, turut serta dalam acara CIMB 8th Annual Indonesia Conference yang bertempat di Nusa Dua, Bali. Diadakan sejak tanggal 21-22 Agustus 2014, acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh CIMB yang mengundang seluruh investor besar baik lokal maupun asing serta dihadiri oleh emiten-emiten terbaik di pasar modal Indonesia.

Diikuti oleh Direktur Keuangan Tunggul Rajagukguk, acara ini telah memberikan kesempatan bagi WSKT untuk menemui kurang lebih 15 investor lokal dan asing.

 

 

 

 

 

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dan Jaksa Agung, Basrief Arief, meresmikan dimulainya pembangunan  Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kejaksaan Agung, di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (20/08/2014). Konstruksi struktur bangunan Rusunawa Kejaksaan ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Hadir dalam kesempatan ini Direktur Pengembangan dan SDM PT Waskita Karya (Persero) dan Wakil Kepala Divisi Gedung, Ir. Tukijo.

Kerjasama Kejaksan Agung dengan Kemenpera dalam penyediaan Rusunawa merupakan salah satu program Kemenpera dalam upaya penyediaan sarana papan bagi pegawai negeri sipil di Indonesia. “Kebetulan pihak Kejaksaan lebih dulu mengajukan proposal ke kantor kami, dan mereka memiliki tanah untuk lokasi pembangunan Rusunawa maka program ini bisa segera direalisasikan,” ungkap Djan Faridz, dalam sambutannya. Tentu saja, lanjut Djan Faridz,  program ini terbuka bagi instansi-instansi pemerintah lainnya yang membutuhkan dan Kemenpera siap memfasilitasi, dengan catatan instansi pemohon sudah memiliki tanah untuk lokasi bangunan. Saat ini Kemenpera sedang mempelajari permohonan serupa dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham), juga sedang serta telah membangun berbagai Rusunawa di beberapa instansi pemerintah dan pondok-pondok pesantren.

Kepala Proyek Rusun Wilayah I Jakarta, Agus Wahyudianto, mengatakan pekerjaan struktur Rusunawa Kejaksaan Agung ini dikerjakan selama 150 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur Lantai Dasar s.d. Lantai 6, Struktur Lantai Dak, Struktur Lantai Dak Roof, serta Pekerjaan Ground Tank.




"Tahun ini merupakan agenda ke lima dari Investor Summit and Capital Market Expo yang pelaksanaan kegiatan diadakan di Grand City Surabaya antara tanggal 20-21 Agustus 2014, dengan tema Pasar Modal sebagai Gaya Hidup Sehari-hari di Masyarakat," kata Kepala Unit Edukasi dan Informasi Area 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), Nur Harjantie, dalam pembukaan "Investor Summit and Capital Market Expo 2014 (ISCME)", di Surabaya, Rabu (20/8).

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebagai salah satu emiten yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan public expose setiap tahun nya turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dgn mengikuti acara investor summit dimana WSKT melakukan paparan publik dan press conference pada tanggal 20 Agustus 2014. Selain itu agenda kegiatan ISCME 2014 dibuka oleh Gubernur Jatim yg diikuti dengan pameran dan seminar mengenai perekonomian indonesia.

 

Monday, 18 August 2014 04:01

Nondeal Roadshow Tahunan 2014 - WSKT

Demi meningkatkan kualitas dan kinerja PT Waskita Karya (Persero) Tbk  (WSKT) di pasar saham, WSKT telah melaksanakan nondeal roadshow tahunan di Hongkong dan Singapura pada tanggal 11-14 Agustus 2014. Nondeal roadshow ini didampingi oleh PT CLSA Indonesia.

Diikuti oleh Komisaris Independen, Iwan Nursyirwan Diar, Direktur Keuangan Tunggul Rajagukguk, Direktur Operasi I Desi Arryani, dan Direktur Operasi II Adi Wibowo serta didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Haris Gunawan, nondeal roadshow ini telah menemui kurang lebih 60 investor asing selama empat hari.

Diharapkan setelah nondeal roadshow kinerja saham WSKT di pasar modal semakin cemerlang. Harga penutupan saham WSKT pada tanggal 15 Agustus 2014 adalah Rp 885, menguat  5 poin dari hari sebelumnya.

 

 

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mencanangkan pembangunan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang di Jawa Tengah, Rabu (23/07/2014). Hadir dalam acara ini Sekretaris daerah Provinsi Jawa Tengah, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M.Choliq, Bupati Brebes, Bupati Tegal Enthus Susmono, Walikota Tegal, serta para undangan lainnya.

"Pencanangan pembangunan jalan tol ini diharapkan semakin mendekatkan pada terwujudnya jaringan jalan tol Trans-Jawa sebagai jalur logistik yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri.

Jalan tol sepanjang 57,5 kilometer ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol trans-Jawa

Menteri PU mengatakan pembangunan jalan tol tersebut merupakan solusi mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Pantai Utara Jawa. Saat ini jalur tersebut menjadi tumpuan utama arus kendaraan pribadi dan logistik di sepanjang Pulau Jawa yang mencapai titik terpadat pada momen mudik Lebaran. "Pantura sudah sangat padat, namun jalannya sulit untuk dilebarkan. Adanya jalan tol ini akan menjadi penunjang jalur Pantura sebagai jalur distribusi logistik nasional," ujarnya.

Jalan tol ini terdiri atas empat seksi yang membentang melewati Brebes, Tegal, dan Pemalang di Jawa Tengah. Konstruksi jalan tol akan menggunakan rigid pavement atau perkerasan kaku dengan empat jalur pada tahap awal dan enam jalur pada bagian akhirnya. "Seluruh biaya pembangunan jalan tol ini akan dipenuhi oleh PT Pejagan Pemalang Tol Road sebagai badan usaha jalan tol dengan didukung pinjaman dari Bank Exim Indonesia," tuturnya.

Seksi I sepanjang 14,2 kilometer yang menghubungkan Pejagan-Brebes Barat dan seksi II sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Brebes Barat-Brebes Timur ditargetkan selesai pada 2015. Pembebasan lahan seksi I telah mencapai 96,31 persen dan seksi II sudah 95,75 persen. Pembebasan lahan sepenuhnya ditargetkan akhir September nanti.

Sementara itu, pengadaan tanah seksi III sepanjang 10,4 kilometer yang menghubungkan Brebes Timur-Tegal Timur akan dilakukan sesuai dengan jadwal. Begitu pula terhadap seksi IV sepanjang 26,9 kilometer yang menghubungkan Tegal Timur-Pemalang.


Wednesday, 06 August 2014 08:32

Halal Bil Halal 1435 H di Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggelar Halal Bil Halal dalam rangka Perayaan Idul Fitri 1435 H, di Gedung Waskita, Jakarta , Rabu (06/08/14). Acara rutin tahunan ini diisi dengan ceramah oleh ustadz KH Subkhi Al Bughuri dan dihadiri oleh Direksi, Komisaris, para mantan Direksi dan  mantan Komisaris Waskita serta para pegawai dan mantan pegawai Waskita di Jabodetabek.

Ustadz Subkhi Al Bughuri dalam bagian ceramahnya mengatakan, bahwa peringatan Hari Raya sesungguhnya sudah ada sejak jaman jahiliyah. Pada jam itu, kata ustadz, setiap orang berkumpul dalam kegembiraan dengan disertai kegiatan berjudi dan mabuk-mabukan disebut sebagai perayaan. Namun setelah Islam masuk, maka perayaan hanya ada dua, yaitu perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. “Pada perayaan dua hari raya itu, kegembiraan diwarnai dengan nilai ketuhanan yakni dikumandangkannya takbir. Kita agungkan Allah dan kita puji nama Allah,” kata ustadz Subkhi.





Page 8 of 41