Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Keluarga Besar Divisi Regional IV PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengadakan family gathering di Malino,tanggal 29 - 30 Maret 2014

Setelah sukses mengelola usaha rental kendaraan roda empat, penyediaan ATK, serta simpan pinjam, Koperasi Pegawai PT Waskita Karya (Persero) Tbk kini menambah satu lagi bidang usahanya yaitu rental alat-alat konstruksi. Satu unit Tower Crane (TC) milik Koperasi saat ini bahkan sudah beroperasi di Proyek Seafront, Ancol, Jakarta Utara. “Tidak lama lagi 2 (dua) unit TC berikutnya akan beroperasi di Proyek Apartemen Brooklyn, Alam Sutera, Serpong,” kata Ketua Koperasi Pegawai Waskita, Kristadi Juli Harjanto, pada acara RAT Koperasi Pegawai Waskita, Rabu (11/06/2014), di Jakarta.

Direktur Pengembangan dan SDM, Agus Sugiono, selaku Pembina Koperasi menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja koperasi yang menunjukkan peningkatan sangat signifikan. “Rasio keuangan Koperasi Pegawai Waskita sangat baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Agus Sugiono.

Hasil usaha koperasi tercatat sebesar Rp 3,2 miliar dengan rincian SHU untuk Anggota Rp 1,9 miliar, dana pendidikan Rp 160 juta, dana kesejahteraan sosial Rp 240 juta, pengurus Rp 320 juta, karyawan koperasi Rp 240 juta, serta cadangan umum Rp 320 juta. “Laporan Keuangan Koperasi telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik dengan hasil Wajar tanpa Pengecualian,” kata Ketua Badan Pengawas, Feri Purwandi Seno, sambil mengingatkan agar koperasi mengoptimalkan sewa kendaraan serta alat-alat proyek, dan memastikan bidang usaha lainnya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

RAT Koperasi Waskita dihadiri pejabat Suku Dinas Koperasi dan UKM  Jakarta Timur, Rosita Tambunan, serta para anggota yang antusias mengikuti RAT hingga selesai. Dalam RAT ini Pengurus Koperasi menyediakan puluhan doorprize mulai dari Kipas Angin, Laptop, Mesin Cuci, AC, 4 buah sepeda, TV, serta 2 unit Sepeda Motor.




 


 

Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB), Basuki Hadimuljono, mengatakan Pertemuan Tahunan International Commission on Large Dams (ICOLD) yang digelar di Nusa Dua, Bali, diharapkan menjadi saran promosi dan investasi bagi pengembangan bendungan besar sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Selama berlangsungnya pertemuan, kata Basuki, akan dipresentasikan 146 makalah yang terdiri dari 56 makalah dari Indonesia akan dipresentasikan secara lisan dari tujuh sesi pararel dan 90 makalah lainnya akan dipresentasikan secara poster. Hal itu disampaikan Basuki Hadimuljono pada acara  pembukaan pertemuan ke-82 ICOLD di Nusa Dua, Rabu (04/06/2014).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 1.593 peserta dari 73 negara itu, para peserta juga mendapat kesempatan mengunjungi  dua bendungan yang ada di Pulau Bali, yaitu Bendungan Telaga Tunjung di Kabupaten Tabanan dan Bendungan Titab di Kabupaten Buleleng.

Presiden ICOLD Adama Nombre, bersama Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, berfoto di Stand Waskita

pada pameran ICOLD 2014 di Bali

 

Basuki Hadimuljono yang juga Ketua Panitia Penyelenggaraan ke-82 ICOLD mengatakan, bahwa pertemuan tersebut bukan semata pertemuan keilmuan tetapi juga menjadi momen untuk mempercepat pemanfaatan dan pengembangan bendungan besar yang akan berkontribusi dalam ketahanan pangan dan ketahanan energy, serta menurunkan pemanasan global yang selama ini telah diperbincangkan di seluruh dunia.

Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, pertemuan yang berlangsung selama lima hari yaitu 2 - 6 Juni 2014 merupakan pertemuan yang kedua kalinya digelar di Indonesia. "Pertemuan kali ini adalah pertemuan terbanyak selama sesi pertemuan," ujarnya.

Menurut dia, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan ICOLD merupakan penghargaan dunia internasional terhadap peran Indonesia dalam pengembangan manajemen bendungan besar serta sumber daya air.

Hal tersebut sejalan dengan tema "International Symposium 82 Annual Meeting of ICOLD tahun 2014 yaitu "Dam in Global Environmental Challenges" atau pembangunan bendungan meghadapi perubahan iklim.

Selain seminar dan symposium, Penyelenggaraan ke-82 ICOLD, diramaikan juga dengan pergelaran pameran dari berbagai perusahaan BUMN dan Swasta baik dari dalam maupun luar negeri. Pada malam hari sebelum pembukaan Pertemuan ke-82  ICOLD panitia juga menggelar Welcome Dinner, kemudian dilanjutkan pada malam berikutnya Cultural Evening dengan menampilkan berbadai seni tradisional Indonesia, serta kemudian Farewell Party untuk mengantar kepulangan para delegasi peserta pertemuan ICOLD ke negaranya masing-masing.


Dari kiri Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Mohamad Hasan, Wamen PU Hermanto Dardak, Ketua Panitia Pertemuan ke-82 ICOLD Basuki Hadimuljono, dan Presiden ICOLD Adama Nombre saat Jumpa Pers usai acara Pembukaan Pertemuan ke-82 ICOLD

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Sabtu (24/05/2014), menandatangani kontrak konstruksi Pembangunan Kompleks Pabrik Gula dengan nama South Konawe Sugar Project, yang terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Penandatanganan kontrak dilakukan di Kantor Pusat Sutech Engineering Co.,Ltd, Sinn Sathorn Tower, Bangkok, Thailand. Nilai kontrak proyek ini USD 10,000,000, dan Rp 424,275,000,000 dengan masa konstruksi 900 hari kalender. Dalam proyek ini PT Waskita Karya (Persero), Tbk bekerjasama dengan PT Indo Sutech Sejahtera dalam konsorsium yang bernama Waskita – Indo Sutech Consortium dengan komposisi 58% : 42% yang mana PT Waskita Karya (Persero), Tbk sebagai Leader dari Consortium.

Penandatangan dilakukan oleh General Manager / Kepala Divisi EPC PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. M. Indrayana, MEngSc, selaku Pimpinan Konsorsium dan dari pihak Pemilik Proyek diwakili oleh Direktur PT Kilau Indah Cemerlang, Daddy Hariadi disaksikan oleh Direktur Sutech Engineering Co. Ltd, yang dalam proyek ini berperan sebagai Konsultan. 


 

Pabrik gula ini akan terdiri dari pabrik gula kristal rafinasi (Bagian 1), yang memiliki kapasitas produksi gula rafinasi 750 ton per hari dalam operasi efektif dua puluh tiga (23) jam per hari dan pabrik gula kristal mentah (Bagian 2) dengan kapasitas pengolahan dua belas ribu ton (12.000 ton) tebu per hari dalam operasi efektif dua puluh dua (22) jam per hari. 

M. Indrayana mengemukakan bahwa dengan diperolehnya proyek pabrik gula ini semakin memantapkan posisi Waskita selaku kontraktor pembangunan pabrik/plant di era industrialisasi, yang mana pada saat ini Waskita juga sedang mengerjakan (on going construction)  beberapa bangunan industri/plant, diantaranya Pabrik Semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, di Citeureup, Bogor, dan Pabrik Petrokimia milik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) di Palembang, Sumatera Selatan.

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk Regional I Pekanbaru dan Proyek Waduk Jatibarang Semarang, adalah dua dari 1682 entitas di  seluruh Indonesia yang menerima penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kemenakertrans.  Waskita Karya Regional I Pekanbaru dan Proyek waduk jatibarang Semarang meraih penghargaan untuk katagori Kecelakaan Nihil (Zero Accident). Penghargaan diterima langsung oleh Kepala SPI, Ir. M. Noor Utomo, Kepala Proyek Waduk Jatibarang Ir. Heddy Tri Hermawan, M. Tech, dan Kepala Bagian SDM & Sistem Divisi Sipil, Bima Harya Sena,S.E., M.M.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, mengklaim angka 1682 menunjukkan  peningkatan sekitar 30% - 35% dibanding tahun lalu. Namun, kata Muhaimin, perlu kerja keras dan sinergi dari perusahaan dan pemerintah agar kenaikan itu bisa signifikan.

“Masih jauh (dari kata puas) ya, karena dari total lebih dari 200 ribu perusahaan di Indonesia, jumlah kenaikan itu masih kecil,” kata Muhaimin, Senin (26/5/2014). Demikian pula halnya distribusi peraih penghargaan kurang merata, karena perusahaan penerima penghargaan terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur, Sumut, Kaltim, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Provinsi DKI Jakarta gagal masuk tiga besar karena dianggap masih banyak perusahaan yang tidak memperhatikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Ir. Hedy Tri Hermawan, M.Tech (tengah) memperlihatkan Sertifikat Penghargaan Zero Accident

yang diraih Proyek Waduk Jatibarang, Senin (26/05/2014)

 

Penghargaan Zero Accident yang diterima oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk Divisi Regional I Pekanbaru

 

Sebanyak 15 Gubernur dan 25 Bupati menerima penghargaan ini. Berikut ini 15 Gubernur penerima penghargaan K3:

Gubernur Jawa Timur: Soekarwo

Gubernur Sumatera Utara: Gatot Pujo Nugroho

Gubernur Kalimantan Timur: Awang Faroek Ishak

Gubernur DKI Jakarta: Joko Widodo (diwakilkan)

Gubernur Jawa Barat: Ahmad Heryawan

Gubernur Banten: Plt Rano Karno

Gubernur Jawa Tengah: Ganjar Pranowo (diwakilkan)

Gubernur Kalimantan Selatan: H Rudy Resnawan

Gubernur Sumatera Selatan: Alex Noerdin

Gubernur Lampung: Sjachroedin ZP

Gubernur Bali: Mangku Pastika

Gubernur DKI Yogyakarta: Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur Jambi: Hasan Basri Agus

Gubernur Sulawesi Selatan: Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Aceh: Zaini Abdullah

Sekitar 13 (tiga) belas wartawan dari berbagai media cetak dan online mendapat kesempatan berkunjung ke Proyek Apartemen Brooklyn, Alam Sutera, yang saat ini sedang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Didampingi IR dan Kabag Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Novianto Ari Nugroho, S.E., M.Hum para jurnalis mendapat penjelasan profile Apartemen Brooklyn dari Ir. Ghozy Perdana selaku manajer proyek, dan teknis pelaksanaan proyek dari Ir. Budi Jaya Iriana selaku Kepala Proyek.

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk  menjadi salah satu dari 27 entitas di Indonesia yang menerima penghargaan Anugerah Seabad dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI). Keduapuluh tujuh entitas ini merupakan pelaku bisnis yang tetap eksis dan bertahan melintasi abad, generasi , dan suksesi rezim politik.

Penghargaan tersebut  diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang didampingi Ketua Pusat PDBI Christianto Wibisono, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (20/5) malam.

27 entitas yang menerima Anugerah Seabad  adalah Pos Indonesia, Bank Mandiri (Persero), Bank Indonesia, Rajawali Nusantara Indonesia, Pelabuhan II, Lembaga Eijkman, Bio Farma (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk , PT Adhi Karya (Persero) Tbk,  dan PT Hutama Karya (Persero).

Entitas lainnya yang mendapat penghargaan adalah PP London Sumatera, Universitas Airlangga, Jamu Jago, ITB, Taman Siswa, Bukit Asam (Persero), Multi Bintang Indonesia Tbk, Unilever Indonesia, Unilever Indonesia, Sinar Mas Group, Pal Indonesia, IPB, OCBC NISP, Bank Negara Indonesia, Garuda Indonesia, Astra International, BCA, dan Pertamina.

Pendiri dan Ketua Pusat PDBI Christianto Wibisono mengatakan 27 entitas Indonesia sudah terbukti tetap hidup melewati berbagai krisis, baik ekonomi maupun finansial.

“Kami memberikan penghargaan kepada lembaga yang usianya mendekati seabad. Dan kami harapkan mereka masih terus berjaya satu abad kemudian. Tidak hanya itu, tetap menjadi andalan bagi Indonesia Incorporated (inc) untuk memimpin Asean Inc di tahun 2015 hingga 2045,” kata Christianto. Dipaparkannya, 27 lembaga yang menerima penghargaan, terdiri dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekas Belanda.

Tujuan PDBI memberikan penghargaan ini adalah untuk memperkenalkan 27 entitas yang masih memiliki kekuatan dan sudah terbukti tetap bertahan di segala zaman. Sehingga bangsa dan negara Indonesia memiliki percaya diri untuk menyambut perdagangan bebas Asean.

“Kami ingin memperkenalkan mereka, agar kita semua mempunyai percaya diri. Sehingga sewaktu menyambut perdagangan bebas Asean, kita tidak kehilangan rasa percaya diri kita. Sebab kita harus bisa menguasai Asean, bahkan merebut pasar Asean,” tegasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan target PDBI bahwa entitas korporasi Indonesia harus mencapai empat besar dunia, semuanya itu tergantung dari presiden yang terpilih nanti.

“Kenapa, karena Januari tahun depan kita sudah memasuki AFTA. Kemudian 10 tahun kemudian kita akan masuk dalam bonus demografi. Jadi kalau Presiden yang terpilih tidak mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi keduanya, maka bonus Demografi akan menjadi bencana demografi. Kalau bencana, lupakan saja 2045. Mungkin Indonesia sudah tidak ada lagi. Itu kalau selama 10 tahun tidak diurus dengan benar,” paparnya.


Wednesday, 21 May 2014 02:25

Topping Off Cinere Bellevue Suites, Depok

Sebanyak 1080 unit apartemen Cinere Bellevue Suites yang berada di kawasan Apartemen Urbana Cinere, Depok, sold out 100 %. Hal ini diungkapkan oleh Marketing Director Megapolitan Development selaku pengembang , Desi Liana, dalam acara Topping Off Cinere Bellevue Suites di Jakarta, Selasa (20/05/2014).

Apartemen Urbana Cinere, Depok, dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan Nilai Kontrak Rp 263,9 miliar, waktu pelaksanaan 01 November 2012 s.d. 25 April 2014, dan masa pemeliharaan 365 hari. Hadir dalam acara ini Wakadiv Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Tukijo didampingi Kapro Cinere Bellevue Suites, Ir. Hendri Filia.

Cinere Bellevue Suites kelak akan menjadi pusat aktivitas masyarakat urban di selatan Jakarta. Mulai dari belanja, hiburan, rekreasi, berbaur (hang out) ataupun sebagai meeting point.  “Datang, lihat dan rasakan Cinere Bellevue Suites maka Anda akan mengalami sebuah sensasi modern di lingkungan yang alami,” ungkap Lora Melani Lowas Barak, Direktur Utama PT Megapolitan Development Tbk saat memeri sambutan pada acara Topping Off.

Aura citywalk yang nyaman, bersih, tertata, dan modern akan menjadi nafas utama Cinere Bellevue Suites commercial area. Cinere Bellevue Suites akan dipadati oleh café & resto bertema, kios serta toko fashion, spa, salon, beauty & healthy center serta tak ketinggalan hobbies store. Untuk memenuhi kebutuhan harian para penghuni apartemen tentu saja akan hadir pusat belanja modern Hypermart.

Lora Melani Lowas mengatakan, acara Topping Off Cinere Bellevue Suites, adalah bentuk komitmen perusahaan kepada para pembeli dan para tenant, bahwa proyek tersebut sesuai dengan jadwal yang dijanjikkan.

"Kami senang dapat menyelesaikan pembangunan Cinere Bellevue Suites sesuai waktu yang direncanakan. Kami berharap keberadaan Cinere Bellevue menjadi icon baru di kawasan Cinere dan sekitarnya," kata Melani.

Cinere Bellevue Suites dibangun di atas lahan seluas 16.722 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 100.000 meter persegi. Bangunan ini terdiri dari apartemen dengan luas 33.020,16 meter persegi, serta pengembangan Citywalk seluas 56.907 meter persegi termasuk 3 lantai area parkir. Selain itu, proyek ini juga dilengkapi fasilitas kolam renang dan fitnes center yang mengadopsi konsep modern.

"Bagi kami, Cinere bukan sekedar wilayah penyangga ibukota. Letaknya yang dekat dengan pusta bisnis dan niaga di wilayah Jakarta Selatan. Cinere kini menjadi pilihan investasi yang cerdas bagi konsumen," kata dia.

Menurut Melani,  Cinere saat ini merupakan kawasan elit dan potensial untuk terus berkembang menjadi salah satu kawasan elit untuk kelas menengah atas.

"Lokasi Cinere sangat prima dan dekat dengan Cilandak Town Square (Citos) dan juga Pondok Indah Mall (PIM) dan hanya 25 menit ke kawasan binsis margonda Depok. Ditambah lagi dengan dimulainya pembangunan jalan tol Depok Antasari (Desari) dan Cinere-Jagorawi (Cijago) akan menambah dan mendongkrak nilai investasi dikawasan Cinere," tambahnya.



Sejumlah wartawan dari berbagai surat kabar harian dan media online tiba di Plant Sadang, Divisi Precast PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Rabu (14/05/2014). Kedatangan mereka memang atas undangan Corporate Secretary (Corsec) Waskita Karya dimaksudkan agar para jurnalis bisa mengenal lebih dekat peralatan yang dimiliki, proses produksi, dan performance berbagai macam produk precast yang diproduksi Waskita Karya.

Sebelum melakukan kunjungan ke dalam pabrik, para wartawan terlebih dahulu mendapatkan gambaran umum tentang Divisi Precast dari  Ir. Jarot Subana selaku Kepala Divisi. Dijelaskan bahwa, Divisi Precast didirikan sebagai hasil inovasi atas upaya pengembangan perusahaan di bidang produksi beton agar kelak Waskita Karya menjadi perusahaan jasa konstruksi terkemuka.

Fasilitas Beton Precast adalah pengembangan dan diversifikasi bisnis dalam bidang selain kontraktor, dan memiliki core business yang menunjang Waskita Karya sebagai perusahaan jasa konstruksi di Indonesia. “Divisi Precsat memiliki visi agar menjadi unit bisnis di bidang Precast dan Ready Mix yang dapat memberikan profit center dengan menghasilkan produk-produk Precast & Ready Mix yang bermutu tinggi dan harga yang kompetitif,” ungkap Jarot Subana.

Kapasitas pabrik beton Precast Waskita Karya di tahun 2014 sebesar 800.000 ton, dengan rincian di Cibitung 250.000 ton, Pasuruan 175.000 ton, Palembang 125.000 ton, dan di Sadang berkapasitas 250.000 ton. Dan jenis produk yang dihasilkan meliputi CCSP, FSCP, Tiang Pancang, U Ditch, U Gutter, Spun pile, dan Readymix.

Waskita Divisi Precast didukung oleh tenaga ahli yang siap melakukan control produksi yang ketat dan terus berinovasi dalam produksi. Produksi precast dibuat di plant yang berada di beberapa lokasi, di antaranya Cibitung, Sadang, Pasuruan, dan Palembang.

Selain itu Waskita Divisi Precast memiliki 4 (empat) lokasi batching plant, antara lain, Batching Plant Jakarta (Cengkareng Terminal 3 dan DKI), Batching Plant Jawa Barat (Kertajati dan Kalijati), Batching Plant Jawa Timur (Pasuruan dan Porong), dan Batching Plant Sumatera Selatan (Balembang).

Pada tahun 2013 penjualan Divisi Precast mencapai sebesar Rp 394 miliar dan diharapkan pada tahun 2014 mencapai Rp 883 miliar.

Program yang akan dihasilkan Divisi Precast di tahun 2014 adalah memperoleh sertifikat ISO 9000 dan 18000, menguasai quarry material batu pecah dengan mendirikan stone crusher untuk pemenuhan kebutuhan material dengan lokasi antara lain di Rumpin Bogor, menambah kapasitan produksi di plant Jawa Timur (Spun Pile dan Square Pile), Pengembangan plant di Balikpapan, serta mempercepat pendirian bengkel aksesoris kelengkapan produksi Precast (plat sambungan, dll) di Sadang.





PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Selasa (13/05/2014), menandatangani kontrak pelaksanaan Proyek Pembangunan Waduk Gondang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah  senilai kurang lebih Rp 617 M, dengan masa konstruksi 1440 hari kalender. Penandatangan dilakukan oleh Kepala Divisi Sipil PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Ridwan Darma, M.M. dan  BPK Pembangunan Bendungan II BBWS Bengawan Solo Ali Ahmad, ST, M.T, disaksikan oleh Direktur Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Desi Arryani,M.M., beserta undangan lainnya.

Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Desi Arryani, usai penandatanganan menyatakan siap dan committed melaksanakan proyek ini sesuai kontrak dan mengharapkan kerjasama yang sangat baik antara pengguna jasa dengan penyedia jasa. “Secara teknis kami memiliki kemampuan sangat baik untuk menyelesaikan proyek ini, tetapi kami berharap kalau masih terdapat persoalan pembebasan tanah mohon dapat diselesaikan segera,” ungkap Desi.

Waduk Gondang adalah memiliki tipe random dengan inti tegak. Elevasi puncak EL 520.00 m, Tinggi Bendungan 71.00 (dari galian pondasi), Lebar Bendungan 12.00 m, Panjang Bendungan 604.00 m, Kemiringan Hulu 1 : 2.80; Hilir 1 : 2.50, Volume Kotor 9.15 juta m3, Volume Efektif 7.06 juta m3, serta Total volume timbunan 2.29 juta m3.


Page 8 of 39