Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Makassar bekerjasama dengan Forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat (FlipMAS) Mammiri Sulawesi Selatan telah membuat program “BUMN Membangun Desa”. Pelaksanaan program ini dilakukan dalam bentuk Kegiatan Pengadaan Instalasi Air Bersih di Pulau Satando, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pulau Satando menjadi sasaran dari program ini karena mempunyai potensi sumber daya alam dan pariwisata yang baik tetapi masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, antara lain minimnya ketersediaan sarana air bersih untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan MCK lainnya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan MCK bagi 100 KK, Pulau Satando hanya memiliki 8 (delapan) buah sumur.

Melalui program ini diharapkan masyarakat Pulau Satando dapat menikmati air bersih, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pembangunan instalasi air bersih di Pulau Satando dimulai pada bulan Desember 2012 dengan kegiatan awal berupa survei awal dan kunjungan oleh pihak PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin, serta pihak FLipMAS Mammiri. Selanjutnya setelah dilakukan musyawarah dengan masyarakat setempat dan mendapat masukan dari para ahli, maka diperoleh kesimpulan dan menetapkan 3 (tiga) titik lokasi penggalian sumur yang diyakini, berdasarkan hasil tes,  memiliki sumber air tawar yang melimpah. Pada saat yang sama dikerjakan pula penggalian tanah dan perakitan pipanisasi di seluruh Pulau Satando.

Penempatan sumur dan pipa dilakukan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh-tokoh masyarakat Pulau Satando. Pengerjaan instalasi air bersih pun melibatkan masyarakat Pulau Satando karena merekalah yang paling mengerti kondisi wilayahnya.

Selain penggalian sumur dan instalasi pipa, juga dibuat tower tandon (bak penampungan yang akan menampung air sebanyak 8800 liter). Tower dibuat dari rangka besi siku 7 x 7 dan 5 x 5 untuk penopang/siku, serta kaki tower terbuat dari semen cor untuk masing-masing kaki tower.

Bahan-bahan dan alat yang disediakan untuk pekerjaan instalasi air bersih ini adalah cincin sumur, pipa air, genset, besi, tandon air sebanyak 8 buah (kapasitas 2200 liter sebanyak 4 buah, dan kapasitas 1100 liter sebanyak 4 buah), serta beberapa peralatan tambahan lainnya. Sumber listrik yang digunakan untuk menggerakan pompa air adalah  generator berkapasitas 3 kw dengan penggerak diesel 10 hp. Sedangkan pipa air yang dipakai di sekitar rumah-rumah penduduk terdiri dari pipa AW ukuran 1,5 inchi dan pipa untuk instalasi tendon adalah pipa AW dengan ukuran ¾ inchi. “Air sumur dipompa menggunakan 4 (empat) mesin pompa dengan kapasitas masing-masing 60 liter/menit,” ungkap Jefrides, Kepala Unit PKBL PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Ketua Komisi V DPR RI Nursyirwan dan mantan Gebernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jumat (4/04/2014) meresmikan dimulainya operasi Jalan tol Ungaran-Bawen sepanjang  11, 9 km. Ruas tol  ini  merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Semarang-Bawen Seksi II yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol Ungaran – Bawen memiliki kekhususan karena secara geologis, geografis,  maupun topografi sangat berat, sehingga diperlukan perjuangan dan kerja keras dari para tenaga kerjanya, demikian dikatakan Dirut PT Trans Marga Jateng, Ir. Drajat Sudrajat. Hal senada juga disampaikan menteri PU, Ir. Djoko Kirmanto, bahwa jalan tol Ungaran – Bawen ini secara geologis medannya cukup berat dan membutuhkan kekhususan dalam pekerjaan.  Atas dasar inilah, Menteri PU memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pekerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan jalan tol ini hingga selesai.

Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo, menyambut gembira dibukanya jalan tol seksi II Ungaran – Bawen ini. Ganjar meyakini jalan tol ini mempunyai multiplier effect yang dahsyat dari sisi ekonomi, dan pihaknya  telah melakukan  komunikasi  dengan Kepala Daerah Tingkat II baik Semarang, Solo, maupun Boyolali untuk mengakselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi.  

Seperti diketahui bahwa perjanjian pengusahaan jalan tol Semarang-solo ditandatangani pada tanggal 15 Desember 2006 dan telah dialihkan oleh  PT Jasa Marga (Persero) Tbk kepada PT Trans Marga Jateng pada tanggal 3 Desember 2008.

Jalan tol Semarang-Solo terbagi menjadi 5 (lima) seksi, yaitu  Seksi I Semarang - Ungaran, Seksi II (11 KM) telah dioperasikan sejak 10 Nopember 2011, Seksi II Ungaran - Bawen (11,95 km), Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17, 93 Km, Seksi IV Salatiga - Bojolali sepanjang 24,13 KM, dan Seksi V Boyolali - Solo sepanjang 8,4 KM.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, Kepala Divisi Sipil, Ridwan Darma, serta Kepala Proyek Ungaran-Bawen, Ir. Yulizar beserta Tim Proyek.

 

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita)  kini tengah menyiapkan pengelolaan proyek-proyek besar melalui mekanisme investasi, antara lain di Proyek Jalan Tol Krian – Leguni – Bunder di Jawa Timur senilai Rp 2,5 triliun, Tol Pejagan – Pemalang di Jawa Tengah senilai Rp 1,7 triliun, Jembatan Penajam di Kalimatan Timur Rp 5 triliun, serta Proyek Jaringan Listrik di Pulau Sumatera. “Untuk mengelola proyek-proyek besar itu dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi sehingga mampu memanage proyek-proyek itu dengan baik dan menguntungkan,” ungkap Direktur Utama  Waskita, M. Choliq, saat melantik dan mengambil sumpah para pejabat Waskita, di Jakarta, Senin (07/04/2014).

Menurut M. Choliq, Waskita saat ini sedang menghadapi perubahan besar yakni mengintensifkan pengembangan bisnis dan mengalihdayakan SDM yang semula sebagai supporting menjadi sdm di level operasional. “dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan dilakukan reorganisasi mulai dari tingkat Direktur dalam hal pengembangan bisnis, serta memperkuat operasional dan mengintensifkan fungsi pemasaran di masing-masing Direktur, yaitu Direktur Operasi  1, 2, dan 3. Sedangkan di tingkat Departemen terjadi perampingan  dari 7 Departemen menjadi 5 Departemen,” kata M. Choliq.

Dirut berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat mengerti dan menghayati perubahan yang terjadi. Setiap terjadi perubahan Direksi involve untuk mengkaji dan mengkomunikasikan kepada semua pihak yang berkepentingan di perusahaan, dan dalam proses inilah Direksi tetap mengedepankan prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, dan fairness).

Tantangan lima tahun ke depan, menurut Dirut, lebih berat dari lima tahun yang lalu. Jika pada lima tahun yang lalu yang diinginkan barangkali hanya survive, restrukturisasi, dan lainp-lain termasuk IPO, maka tantangan lima tahun ke depan adalah bagaimana Waskita mampu berkembang maju dan tidak tertinggal di industri jasa konstruksi. “Saat ini dapat kita lihat semua orang berlomba memajukan perusahaannya. Yang jelas tugas ke depan semakin berat dan turbulensi perubahan semakin cepat, dan kita harus siap,” kata Dirut.

Para pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatan adalah Haris Gunawan (Sekretaris Perusahaan), Munib Lusianto (Kepala Departemen SDM & Sistem), Feri Purwandi Seno (Kepala Departemen Keuangan & Risiko), dan Nana Mulyana (Kepala Departemen Operasi). Sedangkan 34 orang lainnya yang dilantik dan di sumpah adalah pejabat setingkat Kepala Divisi dan Kepala Bagian di Kantor Pusat maupun Kantor Divisi.


Menunjuk kepada Peraturan Bapepam Nomor IX.I.4, Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I.E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, yang merupakan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-306/BEJ/07-2004, kami, Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan ini mengumumkan adanya pergantian Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero), yakni Sdr. Haris Gunawan menggantikan Sdr. Munib Lusianto terhitung sejak 1 April 2014.


Selanjutnya semua korespondensi yang diutujukan kepada Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk harus ditujukan kepada:

 

Haris Gunawan

Sekretaris Perusahaan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Gedung Waskita

Jl. MT Haryono Kav No. 10 Cawang, Jakarta 13340 – Indonesia

Telp. +6221 8508510 / 20, Fax +6221 8508506

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Jakarta, 3 April 2014

PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Direksi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dimulainya Pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, di Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (02/04/2014). Saat menekan tombol sirine menandai dimulainya ground breaking, Jokowi didampingi antara lain oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, dr. Dien Emawati, M.Kes, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Wiriyatmoko, dan Wakil Kepala Divisi Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Tukijo.

Proyek Gedung RSUD Pasar Minggu adalah proyek KSO Integrated senilai Rp 345 miliar dengan anggota KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Waktu pelaksanaan proyek ini adalah tanggal 26 Maret 2014 sampai dengan tanggal 20 Juni 2015 dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender. “Anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit ini murni APBD DKI Jakarta dan sudah disiapkan sejak lama. Proyek ini seharusnya sudah dimulai pada tahun 2013 lalu kalau saja saat itu DPRD DKI Jakarta menyetujui penggunaan anggarannya,” ungkap Jokowi, kepada pers. Pada kesempatan yang sama Kepala Proyek RSUD Pasar Minggu, Ir. Min Haryo Prionarto, mengatakan dalam keanggotaan KSO Integrated ini PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat porsi 40% sedangkan Wijaya Karya 60%.

RSUD Pasar Minggu dibangun di atas lahan seluas 25.087 M2, luas perencanaan 21.211 M2, luas dasar 4.381 M2, dan luas bangunan 43.495,78 M2. Bangunan terdiri dari 1 lantai basement, 3 lantai podium. dan 9 lantai tower.  Kelak, RSUD ini memiliki 18 tempat tidur untuk pelayanan IGD, sarana laboratorium, instalasi farmasi, CT scan, radiologi, poliklinik rawat jalan, ruang critical unit (NICU, PICU, ICCU, ICU, HCU), serta hemodialisa + 20 tempat tidur. Kamar rawat inap terdiri dari 6 (enam) tempat tidur VIP, 28 tempat tidur untuk Kelas I, 39 tempat tidur Kelas II, dan 312 tempat tidur untuk Kelas III.

 



 

 

 

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menerima fasilitas pembiayaan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) dengan maksimum plafond sebesar Rp 900.000.000.000 (sembilan ratus miliar rupiah rupiah) dari Indonesia Eximbank, untuk jangka waktu sejak tanggal 27 Maret 2014 sampai dengan tanggal 27 Maret 2015. Dana ini akan digunakan Waskita Karya untuk membiayai pelaksanaan berbagai proyek, antara lain Perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta serta Perluasan Bandara Suai di Timor Leste. Penandatangan perjanjian kredit dilakukan oleh Direktur Keuangan dan SDM PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Tunggul Rajagukguk, M.M. dan Indonesia Eximbank bertempat di Gedung Waskita, Selasa (26/03/2014)

Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) mengumumkan 50 perusahaan yang menjadi Top 50 Emiten dengan Skor Corporate Governance (CG) tertinggi tahun 2014. Penilaian ini berdasarkan acuan ASEAN Corporate Governance Scorecard dalam menilai praktik CG perusahaan terbuka di Indonesia.

ASEAN CG Scorecard sendiri merupakan inisiatif dari ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang beranggotakan para regulator pasar modal di negara ASEAN. Scorecard ini juga telah digunakan untuk menilai praktik CG perusahaan terbuka di negara ASEAN lainnya yaitu Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

CG Expert dan Pembina IICD James Simanjuntak mengatakan, dalam sistem penilaian ini pihaknya bertindak sebagai Domestic Body Rank ASEAN CG Scorecard di Indonesia.

IICD telah melaksanakan penilaian tata kelola perusahaan terhadap 100 emiten terbuka dengan kapitalisasi pasar terbesar sejak tahun 2012. "Pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk IICD untuk melanjutkan penilaian tersebut," jelas dia usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/3)

Berdasarkan urutan abjad, 25 besar peraih skor CG tertinggi didominasi perbankan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Emiten-emiten tersebut, yaitu : PT ABM Investama Tbk, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Aneka Tambang (persero) Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank NISP Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Indosat Tbk, PT Jasa Marga (persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Semen Indonesia (persero) Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam (persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Berikutnya, masih berdasarkan abjad, peraih skor CG untuk urutan ke-26 hingga ke-50 terdiri atas: PT AKR Corporindo Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Pan Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Ciputra Development Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, PT Hero Supermarket Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT Pasific Utama Tbk, PT Pakuwon Jati Tbk, PT PP London Sumatera Indonesia Tbk, PT Salim Ivonmas Pratama Tbk, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Surya Citra Media Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT United Tractors Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.

 

Sumber: Investor Daily, http://www.beritasatu.com/emiten/173060-ini-50-emiten-dengan-skor-corporate-governance-tertinggi.html

 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Karya (Persero)  Tbk, menyetujui penggunaan Laba Bersih Konsolidasi Tahun Buku 2013 sebesar Rp 368.059.982.496 untuk pembayaran  dividen tunai sebesar 30% atau Rp 110.417.994.749, cadangan wajib sebesar 20% atau Rp 73.611.996.499, dan cadangan lainnya sebesar 50% atau Rp 184.029.991.248. "Dividen akan dibagikan bulan depan (April 2014)," kata Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, usai RUPST di Gedung Waskita, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 368.059.982.496 dan pendapatan usaha menjadi Rp 9,68 triliun. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan nilai Rp 1 triliun. "Mungkin sekitar Juni, kami terbitkan sebanyak Rp 300 miliar," kata Direktur Keuangan PT Waskita Karya Tbk, Tunggul Rajagukguk, usai RUPST, Selasa (18/3/2014).

Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk diversifikasi usaha seperti pembangkit listrik mini hidro guna mendongkrak margin perseroan. Aksi korporasi ini belum bisa dirinci secara detail karena masih dalam proses. "Penjamin emisinya, nanti kita umumkan," kata Tunggul.


 

Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan”) berkedudukan di Jakarta Timur, dengan, ini mengundang para Pemegang Saham Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (selanjutnya disebut Rapat) yang akan diselenggarakan pada:

 Hari/Tanggal               : Selasa, 18 Maret 2014

 Waktu                          : 10.00 WIB — selesai

 Tempat                        : Gedung Waskita Lt 11, JI. MT Haryono Kay. No.  10, Cawang, Jakarta Timur 13340

Dengan Agenda sebagai berikut:

  1. Persetujuan Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisans Tahun Buku 2013 dan Pengesahan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2013;
  2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2013;
  3. Penetapan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014;
  4. Penetapan besarnya gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Perseroan;
  5. Persetujuan pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melakukan peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor penuh dalam rangka Program     Opsi Kepemilikan Saham untuk Manajemen dan Karyawan (Management & Employee Stock Option Plan/MESOP);
  6. Persetujuan Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN;
  7. Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Perdana.

Catatan

  1. Perseroan tidak mengirimkan undangan tersendiri kepada para Pemegang Saham, karena Panggilan ini sudah merupakan undangan resmi sesuai dengan ketentuan Pasal 23 ayat 4 huruf f Anggaran Dasar Perseroan.
  2. Yang berhak menghadiri dan diwakili dalam Rapat adalah Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 28 Februari 2014 sampal dengan pukul 16.00 WIB, atau pemilik saldo rekening efek di Penitipan Kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 28 Februan 2014.
  3. Pemegang Saham atau kuasanya yang menghadiri Rapat diminta untuk membawa fotocopy KTP atau tanda pengenal lainnya untuk diserahkan kepada petugas pendaftaran. Bagi Pemegang Saham berbentuk Badan Hukum, diminta untuk menyerahkan fotocopy anggaran dasar dan akta perubahan susunan pengurus yang terakhir. Bagi Pemegang Saham Perseroan yang sahamnya dirnasukkan dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia diwajibkan membawa Konfirmasi Tertulls Untuk Rapat (KTUR), yang dapat diperoleh di perusahaan efek atau di Bank Kustodian dimana Pemegang Saham Perseroan membuka rekening efeknya.
  4. Pemegang Saham yang tidak dapat hadir dapat diwakili oleh kuasanya dengan Surat Kuasa yang sah, dengan ketentuan bahwa para anggota Direksi, anggota Dewan Komisans dan karyawan Perseroan boleh bertindak sebagai kuasa Pernegang Saham Perseroan dalam Rapat namun suara yang mereka keluarkan selaku kuasa tidak dihitung dalam pemungutan suara.
  5. Formulir surat kuasa dapat diperoleh di Kantor Biro Administrasi Efek (BAE) PT Datindo Entrycom, Pun Datindo, Wisma Sudirman, JI. Jenderal Sudirman Kay. 34 Jakarta 10220 TeIp. (021) 5809009 Fax. (021) 5709026 pada setiap han kerja sejak tanggal panggilan Rapat.
  6. Semua Surat Kuasa tersebut harus sudah diterima Direksi Perseroan melalui Biro Administrasi Efek (BAE) Perseroan PT DATINDO ENTRYCOM, dengan alamat Pun Datindo Wisma Sudirman, JI. Jend. Sudirman Kay. 34, Jakarta 10220, semua surat kuasa tersebut harus sudah diterima selambat-Iambatnya tanggal 13 Maret 2014.
  7. Bahan-bahan Rapat tersedia dan dapat diambil setiap han kerja di Kantor Perseroan dengan alamat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, JI. MT Haryono Kay. No. 10, Cawang, Jakarta Timur 13340, TeIp. (021) 8508510, Fax (021) 8.508506.
  8. Untuk ketertiban Rapat maka Para Pemegang Saham atau kuasanya agar hadir di tempat Rapat untuk registrasi selambat-lambatnya 30 menit sebelum Rapat dimulai.

  Jakarta, 3 Maret 2014

 PT Waskita Karya (Persero) Tbk

 Direksi

 

 

Page 8 of 37