Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Bermitra dengan Darmo Permai, PT Waskita Karya (Persero) Tbk hendak membangun super blok di Surabaya, Jawa Timur. Super blok yang rencananya dibangun di lahan seluas  kurang lebih 34.089 M2 itu terdiri dari Apartment, Soho, Office, Rukan, serta Food and Beverage beserta kelengkapan prasarananya.

Kepala Divisi Realty PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Didit Oemar Prihadi, mengatakan perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 34 ribu meter persegi di kawasan Segi 8 Darmo, di sebelah barat Kota Surabaya.

"Hari ini merupakan momen di mana Waskita dan Darmo Permai mengikat kontrak untuk mewujudkan impian dalam membangun satu proyek mix use – highrise building," kata Didit, di Jakarta, Selasa (29/4/2014). Menurut Didit, kerjasama tersebut dilakukan sebab Waskita Karya memiliki keunggulan dan pengalaman di sektor konstruksi dan dan pengembangan bangunan vertikal (high rise). Sementara PT Darmo Permai, sebagai salah satu pionir pengembangan lokal, mempunyai pengalaman dalam pengembangan dan pemasaran properti di kota tersebut.

Didit menambahkan, pengembangan proyek yang akan menyasar masyarakat kelas menengah dan atas itu diperkirakan berlangsung dalam 5-6 tahun dengan nilai investasi total Rp 5 triliun. “Kita akan mulai memasarkan setelah pemilu, dan rencananya mulai dibangun awal tahun depan,” imbuhnya.

Ia mengatakan, modal awal proyek ini berupa lahan dengan nilai investasi sebesar Rp 526 miliar dengan omposisi penyertaan modal Waskita sebanyak 51% dan Darmo Permai sebesar 49%.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bisnis Development Darmo Permai, Kevin Sanjoto, menambahkan perseroan memperkirakan untuk membangun super blok ini bakal menghabiskan dana sebesar Rp 5 triliun lebih.

Proyek Segi 8 Darmo berlokasi di barat Kota Surabaya, tepatnya di  Jl. Raya Darmo Permai III Surabaya.

 



 

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. M. Choliq, M.M., menilai Proyek Apartemen Brooklyn di Alam Sutera yang saat ini sedang digarap Waskita Karya diharapkan dapat meningkatkan progres hingga 70% s.d. 80% pada tahun ini. Dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) TW I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Jumat (25/04/2014), Dirut mengatakan akselerasi penyelesaian Proyek Apartemen Brooklyn diharapkan lebih memperkuat performance Waskita di tahun 2014. “Dari sisi marketing Proyek Brooklyn Alam Sutera sangat bagus. Tugas kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan progres Alam Sutera tahun 2014 dari semula 50 % menjadi 70% - 80%,” tandas Dirut.

Rakor TW I Tahun 2014 yang dihadiri Dewan Komisaris diikuti oleh para Kepala Departemen, Kepala dan Wakil Kepala Divisi, serta Kepala bagian di kantor Pusat.

 


 

Sabtu siang, 27 April 2014, sejumlah tokoh dan public figure tampak hadir memenuhi undangan acara Topping Off Paragon Square di Tangerang, Banten. Duduk di barisan depan antara lain mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris, Kadiv Penum Mabes Polri Brigjen Polisi Boy Rafly Amar,  Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, serta sejumlah tokoh dan pejabat asal Sumatera Barat mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana proyek Paragon Square hadir antara lain Kepala Divisi Gedung Ir. Herwidiakto, M. Tech, Wakil Kepala Divisi Gedung, Ir. Tukijo, serta Kabag Anggaran Divisi Gedung, Ir. Indhit Pertomo.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selama 365 hari dengan nilai kontrak Rp 365 miliar, dan akan diserahterimakan pada bulan Oktober 2014.

Paragon Square mulai dibangun pada 2012 dan  berdiri di atas lahan seluas 8.200 m2 dengan bangunan setinggi 77 meter. Superblok ini terdiri dari 3 tower apartemen, 1 tower hotel termasuk mal yang berkonsep lifestyle food & beverage dan office area. 

Untuk apartemen terdiri dari 26 lantai dengan jumlah sekitar 1.226 unit dengan luas 26,4 m2 dan 39 m2. Sementara hotel dengan bintang 4 tersebut memiliki 134 kamar dengan 100 unit tipe Deluxe, 17 unit Junior Suite, 16 unit Executive Suite dan 1 unit President Suite. Lalu dua lantai mal berkonsep lifestyle food & beverage dan office area. Di gedung ini juga akan dibangun ballroom berkapasitas 750 orang.

Firman Musirwan, Vice President BroadbizAsia, mengatakan saat ini Paragon Square Apartement telah terjual sekitar 75% atau 897 unit. “Pada 2012 per unit apartemennya dijual mulai Rp 220 juta, saat ini telah mencapai Rp 440 juta,” ungkapnya, saat press conference Topping Off Paragon Square Apartement dan Soft Launching Paragon Square City Walk di Tangerang (26/4). 

Sementara Ranto M, GM Business Development and Finance BroadbizAsia, mengungkapkan nilai investasi yang digelontorkan BroadbizAsia untuk Paragon Square ini sekitar Rp 400 miliar. “Proyek ini membutuhkan dana sekitar Rp 400 miliar,” ungkapnya.

Paragon Square merupakan proyek apartemen kedua yang dibangun BroadbizAsia, setelah  pada tahun 2010 membangun Paragon Village di kawasan Karawaci.

Mitra Binaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dewi Sambi, yang memproduksi pakaian berbahan batik menjadi salah satu peserta pameran Inacraft 2014. Dewi Sambi telah menjadi mitra binaan PT Waskita Karya (Persero) sejak setahun lalu, dan kini telah mampu mengembangkan usahanya dan memproduksi pakaian jadi berbahan batik. “Alhamdulillah sekarang kami telah memiliki 15 (lima belas) orang pegawai,” ungkap Uthie Mintiarto, owner  Dewi Sambi.

Inacraft 2014 dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (23/4/2014). "Ini adalah kesempatan terakhir saya sebagai Presiden untuk membuka Inacraft," kata SBY.

SBY mengatakan, dia dan keluarga adalah menyukai kerajinan, sehingga tidak jarang jika bepergian atau melakukan kunjungan ke daerah, selalu ada buah tangan yang dibawa. Menurutnya, Indonesia sangat kaya akan industri kerajinan. SBY dan Ibu Negara  bahkan mendoakan agar aktivitas pengrajin dan produk kerajian Indonesia  semakin maju. “Kami sangat mencintai handycraft," ujarnya.

Di akhir sambutannya, SBY berpesan agar semua lapisan masyarakat, khususnya pemerintah pusat dan daerah,  mendukung keberlangsungan industri kreatif dan kerajinan di dalam negeri.

"Terakhir saya ingin mengatakan pemerintah pusat atau daerah teruslah membantu dan mendorong industri handycraft, mikro kecil, dan menengah, peningkatan kesejahteraan para perajin kita. Jadikanlah industri ini pilar ekonomi kita," katanya.

 

 

BUMN Konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengelola nilai kontrak per Maret 2014 yakni Rp13,2 triliun. Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Haris Gunawan, mengatakan nilai tersebut terdiri dari kontrak sisa pada 2013 dan kontrak baru hingga akhir bulan lalu. "Sisa nilai kontrak 2013 Rp10,4 triliun dan kontrak baru hingga Maret 2014 Rp2,8 triliun," katanya, Rabu (16/4/2014).

Pada tahun ini, lanjutnya, perusahaan menargetkan nilai kontrak baru Rp18,7 triliun dengan mayoritas bidikan proyek pemerintah dan BUMN. Proyek pemerintahan dan BUMN, ujar Haris, akan menyumbang 78% dari target kontrak, sedangkan sisanya 22% berasal dari proyek swasta. "Dengan demikian target penjualan Waskita tahun ini Rp11,8 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 443 miliar," jelasnya.

Editor : Sepudin Zuhri

 

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20140416/45/219935/waskita-karya-wskt-kelola-kontrak-rp132-triliun

Pembangunan Bendungan Teritip yang terletak di Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dimulai. Bendungan ini berdaya tampung 2,4 juta meter kubik dengan output 260 liter per detik.  Pekerjaan konstruksi Bendungan Teritip dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 225,8 miliar.  

Peresmian dimulainya konstruksi Bendungan Teritip dilakukan oleh Menteri PU, Djoko Kirmanto, didampingi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, serta Direktur Pengembangan dan SDM, Ir. Agus Sugiono, M.M., serta para manager dan staf Divisi Regional II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Kalimantan Timur.

"Seiring dengan perkembangan Kota Balikpapan sebagai pusat kota industri, keberadaan Bendungan Teritip diharapkan bisa mengatasi defisit air baku dan sekaligus sebagai pengendali banjir," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, usai acara Groundbreaking di Balikpapan,  Jumat, 11 April 2014.

Menurut Djoko, ke depan air akan menjadi permasalahan yang signifikan bila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, pemerintah beserta seluruh instansi yang terlibat harus membuat strategi untuk pengelolaan sumber daya air yang terpadu. "Strategi yang terpadu ini perlu didukung oleh mekanisme koordinasi dalam pembangunan prasarana baik antar sektor dan antar instansi di pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota," ujarnya.


PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Makassar bekerjasama dengan Forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat (FlipMAS) Mammiri Sulawesi Selatan telah membuat program “BUMN Membangun Desa”. Pelaksanaan program ini dilakukan dalam bentuk Kegiatan Pengadaan Instalasi Air Bersih di Pulau Satando, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pulau Satando menjadi sasaran dari program ini karena mempunyai potensi sumber daya alam dan pariwisata yang baik tetapi masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, antara lain minimnya ketersediaan sarana air bersih untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan MCK lainnya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan MCK bagi 100 KK, Pulau Satando hanya memiliki 8 (delapan) buah sumur.

Melalui program ini diharapkan masyarakat Pulau Satando dapat menikmati air bersih, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pembangunan instalasi air bersih di Pulau Satando dimulai pada bulan Desember 2012 dengan kegiatan awal berupa survei awal dan kunjungan oleh pihak PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin, serta pihak FLipMAS Mammiri. Selanjutnya setelah dilakukan musyawarah dengan masyarakat setempat dan mendapat masukan dari para ahli, maka diperoleh kesimpulan dan menetapkan 3 (tiga) titik lokasi penggalian sumur yang diyakini, berdasarkan hasil tes,  memiliki sumber air tawar yang melimpah. Pada saat yang sama dikerjakan pula penggalian tanah dan perakitan pipanisasi di seluruh Pulau Satando.

Penempatan sumur dan pipa dilakukan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh-tokoh masyarakat Pulau Satando. Pengerjaan instalasi air bersih pun melibatkan masyarakat Pulau Satando karena merekalah yang paling mengerti kondisi wilayahnya.

Selain penggalian sumur dan instalasi pipa, juga dibuat tower tandon (bak penampungan yang akan menampung air sebanyak 8800 liter). Tower dibuat dari rangka besi siku 7 x 7 dan 5 x 5 untuk penopang/siku, serta kaki tower terbuat dari semen cor untuk masing-masing kaki tower.

Bahan-bahan dan alat yang disediakan untuk pekerjaan instalasi air bersih ini adalah cincin sumur, pipa air, genset, besi, tandon air sebanyak 8 buah (kapasitas 2200 liter sebanyak 4 buah, dan kapasitas 1100 liter sebanyak 4 buah), serta beberapa peralatan tambahan lainnya. Sumber listrik yang digunakan untuk menggerakan pompa air adalah  generator berkapasitas 3 kw dengan penggerak diesel 10 hp. Sedangkan pipa air yang dipakai di sekitar rumah-rumah penduduk terdiri dari pipa AW ukuran 1,5 inchi dan pipa untuk instalasi tendon adalah pipa AW dengan ukuran ¾ inchi. “Air sumur dipompa menggunakan 4 (empat) mesin pompa dengan kapasitas masing-masing 60 liter/menit,” ungkap Jefrides, Kepala Unit PKBL PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Ketua Komisi V DPR RI Nursyirwan dan mantan Gebernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jumat (4/04/2014) meresmikan dimulainya operasi Jalan tol Ungaran-Bawen sepanjang  11, 9 km. Ruas tol  ini  merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Semarang-Bawen Seksi II yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol Ungaran – Bawen memiliki kekhususan karena secara geologis, geografis,  maupun topografi sangat berat, sehingga diperlukan perjuangan dan kerja keras dari para tenaga kerjanya, demikian dikatakan Dirut PT Trans Marga Jateng, Ir. Drajat Sudrajat. Hal senada juga disampaikan menteri PU, Ir. Djoko Kirmanto, bahwa jalan tol Ungaran – Bawen ini secara geologis medannya cukup berat dan membutuhkan kekhususan dalam pekerjaan.  Atas dasar inilah, Menteri PU memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pekerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan jalan tol ini hingga selesai.

Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo, menyambut gembira dibukanya jalan tol seksi II Ungaran – Bawen ini. Ganjar meyakini jalan tol ini mempunyai multiplier effect yang dahsyat dari sisi ekonomi, dan pihaknya  telah melakukan  komunikasi  dengan Kepala Daerah Tingkat II baik Semarang, Solo, maupun Boyolali untuk mengakselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi.  

Seperti diketahui bahwa perjanjian pengusahaan jalan tol Semarang-solo ditandatangani pada tanggal 15 Desember 2006 dan telah dialihkan oleh  PT Jasa Marga (Persero) Tbk kepada PT Trans Marga Jateng pada tanggal 3 Desember 2008.

Jalan tol Semarang-Solo terbagi menjadi 5 (lima) seksi, yaitu  Seksi I Semarang - Ungaran, Seksi II (11 KM) telah dioperasikan sejak 10 Nopember 2011, Seksi II Ungaran - Bawen (11,95 km), Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17, 93 Km, Seksi IV Salatiga - Bojolali sepanjang 24,13 KM, dan Seksi V Boyolali - Solo sepanjang 8,4 KM.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, Kepala Divisi Sipil, Ridwan Darma, serta Kepala Proyek Ungaran-Bawen, Ir. Yulizar beserta Tim Proyek.

 

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita)  kini tengah menyiapkan pengelolaan proyek-proyek besar melalui mekanisme investasi, antara lain di Proyek Jalan Tol Krian – Leguni – Bunder di Jawa Timur senilai Rp 2,5 triliun, Tol Pejagan – Pemalang di Jawa Tengah senilai Rp 1,7 triliun, Jembatan Penajam di Kalimatan Timur Rp 5 triliun, serta Proyek Jaringan Listrik di Pulau Sumatera. “Untuk mengelola proyek-proyek besar itu dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi sehingga mampu memanage proyek-proyek itu dengan baik dan menguntungkan,” ungkap Direktur Utama  Waskita, M. Choliq, saat melantik dan mengambil sumpah para pejabat Waskita, di Jakarta, Senin (07/04/2014).

Menurut M. Choliq, Waskita saat ini sedang menghadapi perubahan besar yakni mengintensifkan pengembangan bisnis dan mengalihdayakan SDM yang semula sebagai supporting menjadi sdm di level operasional. “dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan dilakukan reorganisasi mulai dari tingkat Direktur dalam hal pengembangan bisnis, serta memperkuat operasional dan mengintensifkan fungsi pemasaran di masing-masing Direktur, yaitu Direktur Operasi  1, 2, dan 3. Sedangkan di tingkat Departemen terjadi perampingan  dari 7 Departemen menjadi 5 Departemen,” kata M. Choliq.

Dirut berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat mengerti dan menghayati perubahan yang terjadi. Setiap terjadi perubahan Direksi involve untuk mengkaji dan mengkomunikasikan kepada semua pihak yang berkepentingan di perusahaan, dan dalam proses inilah Direksi tetap mengedepankan prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, dan fairness).

Tantangan lima tahun ke depan, menurut Dirut, lebih berat dari lima tahun yang lalu. Jika pada lima tahun yang lalu yang diinginkan barangkali hanya survive, restrukturisasi, dan lainp-lain termasuk IPO, maka tantangan lima tahun ke depan adalah bagaimana Waskita mampu berkembang maju dan tidak tertinggal di industri jasa konstruksi. “Saat ini dapat kita lihat semua orang berlomba memajukan perusahaannya. Yang jelas tugas ke depan semakin berat dan turbulensi perubahan semakin cepat, dan kita harus siap,” kata Dirut.

Para pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatan adalah Haris Gunawan (Sekretaris Perusahaan), Munib Lusianto (Kepala Departemen SDM & Sistem), Feri Purwandi Seno (Kepala Departemen Keuangan & Risiko), dan Nana Mulyana (Kepala Departemen Operasi). Sedangkan 34 orang lainnya yang dilantik dan di sumpah adalah pejabat setingkat Kepala Divisi dan Kepala Bagian di Kantor Pusat maupun Kantor Divisi.


Page 8 of 38