Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita) melakukan penandatangan Kesepakatan Bersama Penanganan masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Kejaksaan Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu ( 17/06/2015). Penandatangan dilakukan oleh Dirut Waskita dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha  Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Waskita, Antonius Yulianto TN, mengungkapkan, kesepakatan bersama bertujuan meningkatkan efektivitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Tujuannya agar Waskita dapat memulihkan dan menyelamatkan keuangan/kekayaan/aset serta permasalahan lain dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi oleh Waskita beserta Anak Perusahaan Waskita, Unit Bisnis Waskita, dan/atau Cabang-cabang Waskita yang berada di wilayah Republik Indonesia.
Dalam acara ini Jamdatun Kejaksaan RI  diwakili oleh Sekretaris Jamdatun, Bambang Setyo Wahyudi. Sedangkan dari Waskita turut hadir Dirut Waskita, M. Choliq beserta jajaran Direksi dan GM serta Direksi Anak Perusahaannya.


Dalam sambutannya, Dirut Waskita, M. Choliq menyampaikan bahwa dalam 2 tahun terakhir ini Waskita mengembangkan bisnisnya dengan cepat, tidak seperti pada kurun waktu sebelum tahun 2012 di mana Waskita masih single bisnis. Sejak tahun 2012 hingga saat ini Waskita masuk dalam dunia investasi, yakni dengan membentuk anak perusahaan yang bergerak di bidang Jalan Tol,  Beton Precast,  Property dan Energi.
Khusus investasi jalan tol dan realty, M. Choliq, berharap mendapatkan bimbingan dan bantuan dari Kejaksaan RI selaku Jaksa Pengacara negara untuk membantu pendampingan hukum  agar transaksi bisnis dapat dilakukan dengan aman menurut peraturan perundangan yang berlaku, karena investasi jalan tol dan realty merupakan hal baru bagi Waskita. “Agresifnya Waskita dalam melakukan merger dan akuisisi perusahaan yang punya konsensi jalan tol tidak lepas dari arahan pemerintah dalam hal ini kementerian BUMN”, kata M. Choliq.
Lebih lanjut M. Choliq menjelaskan bahwa saat ini Waskita ditugaskan untuk melakukan percepatan pembangunan infratruktur khususnya bidang jalan tol, lebih khusus lagi jalan tol yang mangkrak. Hingga saat ini sudah ada 7 ruas jalan tol yang telah diakuisisi Waskita, ada yang 100 % kita diakuisisi, ada yang 60 %, ada juga yang 40 % dan seterusnya. “Total investasi dari 7 ruas tol sudah mencapai hampir 33 Triliun,” ungkap M. Choliq
Permohonan Waskita mendapatkan respon positif dari Kejaksaan Agung, bahkan Sekretaris Jamdatun, Bambang Setya Wahyudi menyatakan bangga lembaganya dapat bekerjasama dan dipercaya oleh Waskita. “Saya yakin ke depan operasi bisnis Waskita tidak hanya di tingkat lokal melainkan internasional, sehingga aspek hukum perdata dan tata usaha negara nya harus diwaspadai dan diantisipasi,” ujar Bambang.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI saat ini sedang membangun Gedung Arsip enam lantai di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur. Selain gedung arsip, di lokasi ini juga akan dibangun mess pegawai 2 lantai yang memiliki 8 (delapan) kamar. Sekretaris Jenderal BPK RI, Hendar Ristiawan, Gedung Arsip 6 (enam) lantai memiliki luas 8.174 M2 dan Gedung Mess pegawai 2 (dua) lantai seluas 326 M2.

Gedung ini dibangun, gedung arsip kantor pusat yang dimiliki saat ini sebagian besar dipakai untuk ruang  auditor dan pegawai. “Volume arsip semakin banyak dan menumpuk,” kata Ristiawan, saat memberikan laporan pada acara Peletakan Batu Pertama Gedung Arsip BPK di Jakarta Timur, Rabu (17/06/2015).

Gedung yang pekerjaan konstruksinya dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, ini kelak diharapkan dapat mendukung BPK dalam pengarsipan secara modern, sehingga pendokumentasian arsip dapat dilaksanakan dengan baik dan tertib sesuai strandar ANRI.  Maka, pembangunan Gedung Arsip ini pun dirancang dengan sistem kearsipan baru, digitalisasi, dan pemusnahan arsip.

Ketua BPK, Dr. Harry Azhar Azis, yang meresmikan pembangunan gedung ini berharap, gedung arsip ini kelak dapat bermanfaat bagi aktivitas internal BPK, kesejarahaan BPK, dan juga bagi keperluan penelitian pihak eksternal BPK.

Sejalan dengan semakin besarnya pengelolaan keuangan negara maka peran BPK pun akan semakin bertambah. Pada 10 tahun yang lalu, kata Harry Azhar,  APBN sebesar Rp 500 triliun dan  sekarang Rp 2.000 triliun. “Bukan tidak mungkin di masa depan APBN kita bisa mencapai Rp 10.000 triliun dan memerlukan dokumen pemeriksaan yang banyak daripada sekarang ini,” ungkapnya.

Menurut Harry Azhar, BPK saat ini sedang merencanakan pembangunan gedung data recovery center (DRC), gedung pusdiklat, dan juga mess pegawai di daerah-daerah yang kondisinya belum memadai dan diupayakan pada periode pemerintahan ini gedung-gedung tersebut sudah tersedia.

Gedung Arsip BPK berada di Jl. Hankam Raya, Bambu Apus, Jakarta Timur dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selama 230 hari kalender (15 Mei s.d. 30 Desember 2015). Lingkup pekerjaan meliputi strukrur, arsitektur, serta mekanikal dan elektrikal.

Hadir dalam kesempatan ini para pejabat BPK, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. M. Choliq,M.M. Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Adi Wibowo, Kepala Divisi Gedung, Ir. Tukijo, M.M., Wakil Kepala Divisi Gedung, Ir. Slamet Sunaryo, beserta para undangan lainnya.

 

Menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Perkumpulan Office Boy (OB) dan Cleaning Service (CS) PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaksanakan bhakti sosial dengan membagikan bingkisan Sembako kepada anak-anak yatim (piatu) serta para petugas security dan pengemudi yang bekerja di Waskita Karya.

Acara yang dikemas dengan tagline “Ramadhan Berbagi 1436 H”  ini merupakan kegiatan kali ke-8 yang pernah digelar OB CS Waskita. Acara ini pun mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, betapa kepedulian rekan-rekan OB CS sangat tinggi kepada sesama. Tercatat beberapa institusi dan perorangan mendukung terselenggaranya kegiatan ini, antara lain Unit PKBL Wakita Karya, Koperasi Pegawai PT Waskita Karya, PT Daya Mitra Sarana (DMS), serta Ir. Nana Mulyana.

Perkumpulan OB CS adalah organisasi informal para petugas office boy (ob), cleaning service (cf), serta pengemudi yang bekerja di lingkungan PT Waskita Karya (Persero). Sejak berdiri kurang lebih delapan tahun yang lalu, organisasi ini dikenal solid mengakomodir dan memperjuangkan kepentingan para anggotanya untuk memperoleh kesejahteraan dan kemaslahatan bersama.

Selain Ramadhan Berbagi, beberapa event lainnya secara berkala mereka lakukan seperti gathering, lomba mancing, arisan, buka on the road (menyediakan ta’jil bagi pejalan kaki di sekitar Kantor Waskita), dan lain-lain.

Bravo OB CS, semoga kiprah kalian bermanfaat bagi sesama dan diridhoi Allah SWT. Aamiin…..


Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan ini memberitahukan kepada Para Pemegang Saham Perseroan, bahwa Perseroan telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (selanjutnya disebut “Rapat”) yaitu:

A.  Hari/Tanggal                :    Rabu, 10 Juni 2015
     Waktu                        :    Pukul 14.00 WIB s.d selesai
     Tempat                      :    Gedung Waskita Lt. 11
                                         Jl. MT. Haryono Kav. No. 10 Jakarta Timur

Dengan Mata Acara Rapat sebagai berikut :

Persetujuan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan Melalui Penawaran Umum Terbatas I dengan Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

B. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang hadir pada saat Rapat.

Direksi:
1.    Direktur Utama            :     M. Choliq    
2.    Direktur                      :    Tunggul Rajagukguk
3.    Direktur                      :    Agus Sugiono
4.    Direktur                      :    Desi Arryani
5.    Direktur                      :    Adi Wibowo
6.    Direktur                      :    Nyoman Wirya Adnyana

Dewan Komisaris:
1.    Komisaris Utama                 :    Moh. Hasan
2.    Komisaris Independen         :    M. Aqil Irham
3.    Komisaris                           :    Arif Baharudin
4.    Komisaris                           :    Danis Hidayat Sumadilaga

C.    Kehadiran Pemegang Saham:

Rapat tersebut telah dihadiri oleh 6.959.941.137 (enam miliar sembilan ratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus empat puluh satu ribu seratus tiga puluh tujuh) saham termasuk Saham Seri A Dwiwarna yang memiliki hak suara yang sah atau setara dengan 71,54% (tujuh puluh satu koma lima empat persen) dari seluruh jumlah saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.


D.    Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat adalah sebagai berikut:

  • Dalam Mata Acara Rapat, Pimpinan Rapat memberikan kesempatan kepada para Pemegang Saham dan Kuasanya untuk mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapatnya.
  • Keputusan Rapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka dilakukan pemungutan suara. 


E.    Hasil Pemungutan Suara dan Jumlah Pertanyaan:

  • Tidak ada pemegang saham yang mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat terkait mata acara Rapat.
  • Hasil pengambilan keputusan dalam Rapat yaitu :


                            Setuju                               Tidak setuju                  Abstain
         Mata Acara  6.773.519.180 (97,32%)    184.920.655 (2,66 %)    1.501.302 (0,02%)

F.    Keputusan Rapat pada pokoknya adalah sebagai berikut :

  1. Menyetujui Penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan melalui PUT I Perseroan dengan mengeluarkan sebanyak 3.653.498.200 (tiga miliar enam ratus lima puluh tiga juta empat ratus sembilan puluh delapan ribu dua ratus)   Saham Biasa Atas Nama Seri B dari portepel dengan nilai nominal Rp. 100,00 (seratus Rupiah).
  2. Menyetujui perubahan ketentuan Pasal 4 ayat  (2) dan (3) Anggaran Dasar Perseroan,    dan memberikan kuasa kepada Direksi untuk :
  1. Melaksanakan PUT I Perseroan.
  2. Menyatakan dalam akta Notaris tersendiri mengenai peningkatan modal  ditempatkan  dan  disetor  hasil  pengeluaran  saham  baru, setelah nama pemegang saham yang memperoleh saham dari PUT I ini tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan, termasuk untuk mengurus pemberitahuan  kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diputuskan pada Rapat ini.


Jakarta, [ 12 Juni  ]  2015
Direksi Perseroan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah mengincar untuk mengakuisisi dua tol lagi, karena target akuisisi perseroan tahun ini senilai Rp 40 triliun. Saat ini WSKT baru merealisasikan Rp33 triliun.

"Baru sekitar Rp33 triliun, jadi masih kurang sedikit. Akan dua tol lagi akuisisi,"  kata Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, usai  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) di Jakarta, Rabu(10/6/2015).

Menurut M. Choliq, seperti proses tender pada umumnya maka yang akan didekati tentu lebih dari dua tol, biasanya tiga kali lipatnya.  "Mana saja? Seperti orang tender saja, tentu lebih dari dua biasanya tiga kalinya. Enam paket, kalau yang mana saja, rahasia perusahaan," jelas Choliq.

Secara spesifik, perseroan sudah mengakuisisi  tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar 30%, Depok-Antasari 25%, sementara Pejagan-Pemalang sudah 100%. "Selanjutnya Tol Becakayu sudah sebesar 60%. Terakhir Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Cinere-Serpong masing-masing 40%," ungkapnya.

 


Badan Pembina Rohani Islam (Babinrohis) PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada tahun 2015 ini memberangkatkan 13 (tiga belas) orang pegawai untuk menjalankan Ibadah Umroh ke Tanah Suci Mekah. Para pegawai tersebut berasal dari Kantor Pusat dan Divisi di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua Babinrohis Waskita, Ir. Ridwan Darma, M.M., dalam sambutannya Senin (25/05/2015),mengharapkan para jamaah umroh agar tetap menjaga kesehatan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan lancar serta kembali ke Tanah Air dengan selamat. “Kepada para jamaah kami juga berharap di sana mendoakan para pegawai dan perusahaan Waskita Karya agar menjadi perusahaan yang terus maju menjadi lebih baik dari keadaan sekarang,” kata Ridwan Darma

 

 

Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan  (PKBL) PT Waskita Karya (Persero) Tbk bekerjasama dengan Yayasan Khairu Ummah melalui program “Peduli Anak Bangsa”, Sabtu, 23 Mei 2015 di Masjid Baitul Hakim Kantor Walikota Depok menyerahkan bantuan pendidikan pelajar dhu’afa berprestasi dengan pemberian 100 buah paket bingkisan alat-alat tulis serta sejumlah uang. Para pelajar ini terdiri dari tingkat SD dan SMP.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Sdr. Imam Supradja mewakili Ketua Unit PKBL yang berhalangan hadir pada kesempatan ini. dalam sambutannya Imam mengatakan bahwa “sudah menjadi program Bina Lingkungan atau CSR perusahaan kami untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkannya sebagai wujud tanggung jawab sosial”. Lebih lanjut Imam berharap, agar apa yang diberikan dapat bermanfaat untuk kelangsungan proses belajar untuk mewujudkan cita-cita para siswa. Mengutip pernyataan Mantan Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. BJ Habibie, Imam menuturkan “jadilah orang besar sebab kalau orang besar baru tahaf berfikir saja semua orang sudah heboh. Jangan jadi orang kecil, sebab kalau orang kecil, meski sudah mengeluarkan tenaga dan fikiran tidak akan dipedulikan”. Karenanya Imam berharap “belajarlah dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang besar, janganlah keadaan menyurutkan kita untuk mewujudkan cita-cita besar kita”. Sementara itu, Ketua Yayasan Khairu Ummah, Rizal Apriyanto mengharapkan agar bantuan seperti ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti sampai disini. Ditambahkan Rizal, “semoga perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk semakin hari semakin menjadi perusahaan besar, sehingga besar juga memberi bantuannya kepada masyarakat yang kurang mampu”.

Di samping Ketua Yayasan Khairu Ummah, Rizal Aprianto, turut hadir pula Pembina Yayasan Ust. H. Hasan, serta Tarudi dan Andri dari Tim Unit PKBL Waskita.


 

Tahun 2015 ini PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah memasuki tahun pertama fast growth pada fase gelombang kedua (second wave) setelah pada tahun 2008 – 2009 Waskita berada pada fase decline (kemunduran), 2010 – 2012 fase fast growth, dan pada tahun 2012 – 2014 mengalami fase mature (matang).

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. M. Choliq, M.M., mengungkapkan hal itu pada acara pelantikan 56 pejabat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, di Jakarta, Jumat,  (22/05/2015).

Pada fase ini, menurut Dirut, segenap jajarana Waskita patut bersyukur karena perjalanan wwaskita hingga saat ini  on the track. “Proyek on hand kita masih leading dibandingkan dengan BUMN Karya lainnya, demikian pula halnya sisi finance waskita masih on the track,” tandasnya. Ia juga  menambahkan, jika PMN lancar maka pada sekitar bulan Juni Wasakan mendapatkan fresh money Rp 5,3 triliun dan ini berdampak kepada menguatnya equitas Waskita sehingga menjadi the biggest company dari sisi finance di antara BUMN Karya.

Menghadapi tantangan yang semakin berat dan keras, Waskita telah melakukan reorganisasi dengan mengubah 4 (empat) Divisi Regional menjadi 2 (dua) Divisi Regional, yaitu Divisi Regional Barat dan Divisi Regional Timur serta  2 (dua) Divisi lainnya, yaitu Divisi Gedung dan Divisi Infrastruktur. “Divisi Regional Barat dan Regional Timur adalah representative 4 (empat) Divisi Regioinal sebelumnya plus Divisi Sipil,” ungkap Dirut.

Seiring dengan langkah reorganisasi, Waskita juga melakukan upaya penyegaran dengan mengangkat dan melantik 56 pejabat baru yang diharapkan mampu mengimbangi dan mengikuti dinamika organisasi yang semakin cepat.

 

Jalan Tol Pejagan-Pemalang yang disiapkan untuk membantu kelancaran saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini ternyata tak bisa digunakan sepenuhnya. Pasalnya, progres pengerjaan jalan tol tersebut baru mencapai 51 persen.

Pimpinan Proyek Seksi I dan II Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan mengatakan, untuk arus mudik Lebaran, jalan tol tersebut hanya bisa digunakan mobil pribadi. Sedangkan untuk bus dan truk, tak bisa melewati jalan tol yang memiliki panjang total 57,50 kilometer (km).

"Bus saya harapkan tidak lewat sini. Hanya mobil pribadi saja yang boleh melintas. Ini karena strukturnya masih digradasi atau agregat (batu split yang dipadatkan dengan timbunan tanah) setebal 25 cm," ungkap pria yang sering disapa Wawan ini disela-sela site visit Proyek Pejagan-Pemalang di Kantor Pimpinan Proyek Seksi I dan II, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2015).

Tak hanya itu, lanjut dia, untuk arus mudik Lebaran, jalan tol ini hanya bisa digunakan satu jalur sisi sebelah timur dengan lebar 10 meter. Itu pun hanya seksi I dan II yang memiliki panjang jalan mencapai 20 km.

Pintu keluar jalan tolnya pun hanya satu, yakni berada di ujung seksi II, gerbang Tol Brebes Timur. Sedangkan pintu tol ujung seksi I yang berada di gerbang Tol Brebes Barat, tak bisa digunakan mengingat kondisi pekerjaan jalan tol yang belum sepenuhnya selesai meski dikejar untuk mudik Lebaran tahun ini.

"Panjang total main road yang bisa digunakan untuk mudik Lebaran adalah 20 km dengan satu pintu keluar. Mulainya dari Jembatan Babakan hingga pintu Gerbang Tol Brebes Timur," pungkas Wawan.

Seperti diketahui, Jalan Tol Pejagan-Pemalang ini dibangun melalui empat seksi. Progres pengerjaan jalan seksi I dan II telah mencapai 51 persen dan dapat digunakan untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Dijelaskan, panjang ruas untuk seksi I mencapai 14,25 km (main road) dan 6 km untuk panjang ruas seksi II. Ditargetkan, kedua seksi ini akan selesai pada 24 Agustus 2016 dengan waktu pelaksanaan mencapai 720 hari kalender dan waktu pemeliharaan hingga 365 hari kalender.

Pembangunan proyek jalan tol ini dilakukan oleh anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yakni PT Waskita Toll Road. Saat ini, seksi III dan IV sedang tahap sosialisasi pembebasan lahan agar saat pelaksanaan pembangunan jalan tol nanti, tak terhambat masalah pembebasan lahan yang menjadi masalah klasik. 

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/05/21/398320/digunakan-mudik-tol-pejagan-pemalang-hanya-untuk-mobil-pribadi

 

Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Warureja, Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, nampak megah dan mencolok di tengah rimbunnya pepohonan dan deretan rumah-rumah warga yang bersahaja. Bangunan masjid yang sudah lama didambakan warga setempat itu kini menjadi kebanggaan masyarakat Dusun Warureja, khususnya, dan masyarakat Margasari Kecamatan Sidareja pada umumnya.
Seperti dikisahkan tokoh masyarakat dan sesepuh Dusun Warureja, masjid ini semula hanyalah mushala dengan lantai panggung. Dengan swadaya masyarakat, beberapa puluh tahun kemudian mushala ini dibangun dengan konstruksi bangunan tapak berlantai semen dan dinding kayu,  hingga pada tahun 2000-an masyarakat kemudian bergotong royong mengubah lantai semen menjadi lantai tegel.
Keinginan masyarakat Warureja untuk memiliki tempat ibadah yang bagus dan representative rupanya masih tetap tinggi. Hal ini nampak dari betapa antusiasnya para warga menyumbangkan sebagian rizkinya untuk mewujudkan keinginan itu. Cita-cita warga Warureja untuk memiliki masjid yang besar dan bagus semakin kuat setelah Unit PKBL PT Waskita Karya merespon proposal yang diajukan panitia pembangunan masjid.
Melalui Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), PT Waskita Karya (Persero) Tbk kemudian memberikan bantuan kepada warga Warureja untuk menyelesaikan bangunan masjid yang mereka idamkan sejak lama. Bantuan yang diberikan PKBL Waskita adalah material bangunan yang dibutuhkan dan juga pendampingan agar bangunan masjid dapat berdiri sesuai dengan rencana.
Pada hari Sabtu, tanggal  16 Mei 2015, bertepatan dengan malam acara Isra Miraj yang mereka gelar, Masjid Baitul Muttaqin Dusun Warureja diresmikan. Hadir dalam acara ini para kyai, ustadz, dan sesepuh Dusun Warureja, jamaah masjid Baitul Muttaqin, Direktur Pengembangan dan SDM PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Agus Sugiono, M.M., yang sekaligus meresmikan dan menandatangani prasasti, serta para undangan lainnya.
Hari Minggu, 17 Mei 2015, masyarakat Dusun Warureja tumpah ruah ke lokasi Masjid Baitul Muttaqin, guna memperingati dan memeriahkan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kegembiraan warga diekspresikan melalui tampilan jenis tari, musik, dan pertunjukan bernuansa Islam lainnya, tentu saja masih dalam nuansa kesederhanaan warga Dusun Warureja.

 

Page 8 of 48