Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Tuesday, 07 April 2015 10:38

PENGUMUMAN PRA KUALIFIKASI

PENGADAAN LEMBAGA/PROFESI PENUNJANG
DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD)
MELALUI PENAWARAN UMUM TERBATAS RIGHTS ISSUE
PT WASKITA KARYA (PERSERO) Tbk
Nomor : 02/Peng/WK/2015

 

Dalam rangka persiapan dan pelaksanaan Rights Issue, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengundang pihak-pihak yang memiliki kualifikasi untuk berpartisipasi dalam pengadaan Lembaga / Profesi Penunjang Pasar Modal sebagai berikut:
1.    Kantor Akuntan Publik (KAP)
2.    Notaris (NT)
3.    Percetakan (PCT)

Pengadaan Lembaga / Profesi Penunjang Pasar Modal tersebut akan didahului dengan proses pra kualifikasi. Bagi Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal yang memiliki kualifikasi dan berminat, dapat menyampaikan dokumen persyaratan sebagai berikut:
1.    Surat Pernyataan Minat
2.    Nomor Pokok Wajib Pajak
3.    Surat Keputusan Pengangkatan (Khusus Notaris)
4.    Akta Pendirian dan Anggaran Dasar Perusahaan (Khusus KAP & Percetakan)
5.    Surat Keterangan Domisili (Khusus KAP & Percetakan)
6.    Company Profile (Khusus KAP & Percetakan)
7.    Surat Ijin Usaha (SIUP) (Khusus KAP & Percetakan)
8.    Tanda Daftar Perusahaan (TDP) (Khusus KAP & Percetakan)
9.    Dokumen yang menyatakan terdaftar sebagai Lembaga/Profesi Penunjang di OJK/Bapepam-LK (Khusus KAP & Notaris)

Dokumen tersebut dapat diserahkan dalam satu amplop tertutup kepada Tim Rights Issue        PT Waskita Karya (Persero) Tbk paling lambat pada hari Jum’at tanggal 10 April 2015 pukul: 09.00 sd 14.00 WIB, ke alamat sebagai berikut:



Tim Rights Issue PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Ruang Rapat lantai 9
Jl. MT. Haryono Kav. No. 10, Cawang
Jakarta Timur 13340
Telp: 021 8508510 -  20
Fax: 021 8508506


Hasil penilaian pra kualifikasi akan disampaikan pada hari Senin, 13 April 2015, dan selanjutnya bagi lembaga profesi penunjang yang lolos pra kualifikasi akan diundang melalui surat untuk mengikuti Aanwijzing.

Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan terima kasih.


Jakarta, 8 April 2015
Tim Rights Issue PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Groundbreaking Pembangunan Proyek Fasilitas Produksi Kapal Selam di PT PAL Indonesia diharapkan menjadi momen kebangkitan industri pertahanan dalam pembangunan kapal kombatan. Demikian diungkapkan Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Laksamana TNI (Purn) Sumarjono, pada acara groundbreaking Pembangunan Proyek Fasilitas Produksi Kapal Selam, di PT PAL Surabaya, Senin (06/04/2015).

Menurut Sumarjono, dengan dibangunnya proyek ini maka Indonesia  sedang memulai era baru menuju industri dengan teknologi tinggi di bidang kemaritiman. “ini merupakan salah satu program nasional yang telah ditetapkan KKIP, dengan harapan akan menimbulkan dampak dan efek positif ke bidang politik, ekonomi, pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pengembangan kekuatan industry pertahanan,” tegasnya.

 

Secara politis, kata Sumarjono, penguasaan teknologi kapal selam merupakan langkah mendasar dalam rangka mempertahankan kedaulatan Negara dan integritas territorial sebagai bagian pengembangan kemampuan dan kemandirian sistem pertahanan nasional, serta meningkatkan bargaining position Indonesia dalam diplomasi internasional. Kedua, secara ekonomi, pembangunan fasilitas produksi kapal selam dapat menghemat devisa Negara serta menimbulkan multiplier effect bagi usaha produktif lainnya. Ketiga, Bagi TNI, dibangunnya fasilitas produksi kapal selam dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional TNI. Keempat, pembangunan ini memberi mafaat bagi industri strategis dalam meningkatkan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk emndukung pertahanan, kemandirian dalam memenuhi alutsista, serta membuka peluang bisnis produksi dan overhaul kapal selam.

Di lingkungan Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan), proyek ini memiliki nilai kontrak paling besar dan sangat penting dari berbagai proyek yang dimiliki Kemenhan. Karena itu, seperti ditegaskan Kapusada Baranahan Kemenhan, Laksamana Pertama Listiyanto, manajemen waktu harus menjadi pertimbangan dalam setiap mengambil keputusan.

Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi Kapal Selam di PT PAL Indonesia dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 300 miliar dengan waktu pelaksanaan selama kurang lebih 270 hari kalender (9 bulan). “Dengan dukungan semua pihak terkait kami optimis dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” tandas Kepala Proyek, Ir. Puji Santoso.

Hadir dalam acara ini antara lain Pangkotama Surabaya, Dirut PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Tanjung, Ketua LPPM MK ITS, Dewan Komisaris dan Direksi PT PAL Indonesia.

Ronny Setyapranata, pemilik Unit Studio A/23/K, di Apartemen Brooklyn Alam Sutera, tampil sebagai peraih hadian utama Mercedes Benz C200 dalam penarikan undian Waskita Triniti Expo 2015, Sabtu (04/04/2015). Waskita Triniti Expo 2015 digelar oleh PT Waskita Karya Realty (WKR), anak perusahaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk tanggal 2 - 5 April 2015 di Alam Sutera, Tangerang. Acara ini diselengarakan dalam rangka memberikan apresiasi atas kepercayaan customer memilih Apartemen, SOHO, Retail, Premium Office dan Penthouse Brooklyn Alam Sutera. Hadir dalam acara ini Notaris Venny Indria Maria, SH, Kepolisian Resor Tangerang, Pejabat Kementerian Sosial RI, Pejabat Dinas Sosial Kota Tangerang, Direktur Utama WKR Didit Oemar Prihadi, serta CEO Triniti Properti Group, Bong Chandra.

Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Perseroan”) berkedudukan di Jl. MT Haryono Kav. No. 10 Cawang, Jakarta dengan ini mengundang para pemegang saham Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan (“Rapat”) yang akan diselenggarakan pada:

    Hari/Tanggal        : Jumat, 24 April 2015
    Waktu                : 09.00 WIB – selesai
    Tempat              : Ruang Serbaguna, Gedung Waskita Lantai 11
                              Jl. MT. Haryono, Kav No. 10 Cawang, Jakarta Timur


Dengan mata acara sebagai berikut:


1.    Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku     2014, serta Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2014 dan Pengesahan Laporan Tahunan     termasuk Laporan Keuangan Program Kemitraan & Bina Lingkungan Tahun Buku 2014;
2.    Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2014;
3.    Penetapan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan & Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada     tanggal 31 Desember 2015;
4.    Penetapan besarnya gaji Direksi, honorarium Dewan Komisaris dan Tantiem bagi Anggota Direksi  dan Anggota Dewan Komisaris Perseroan;
5.    Persetujuan pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melakukan peningkatan Modal     Ditempatkan dan Disetor Penuh dalam rangka Program Opsi Kepemilikan Saham untuk Manajemen     dan Karyawan (Management & Employee Stock Option Plan/Mesop)
6.    Persetujuan Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN.;
7.    Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Perdana;
8.    Persetujuan Penjaminan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari Kekayaan Bersih Perseroan     saat ini dan yang akan datang dalam rangka mendapatkan fasilitas yang akan diterima oleh     Perseroan dari Lembaga Keuangan Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Masyarakat (melalui     Efek selain Efek Bersifat Ekuitas melalui Penawaran Umum);
9.    Persetujuan untuk melakukan investasi dalam bidang usaha Sarana dan Prasarana     (infrastruktur), Precast, Realty, Energi yang nilai tiap transaksinya diatas 50% dari total     ekuitas;
10.    Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar:
11.    Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Dengan penjelasan sebagai berikut :


a.     Mata acara Rapat ke-1 sampai dengan 4 merupakan agenda yang rutin diadakan dalam RUPS Tahunan  Perseroan. Hal   ini  sesuai  dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Undang- Undang No.40 tahun 2007 (“UU PT”).
b.     Untuk mata acara Rapat ke-5 Pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk merealisasi     pengeluaran saham melalui Management & Employee Stock Option Plan / MESOP. Peningkatan modal     saham melalui MESOP akan diadakan setiap bulan Mei dan November sampai dengan tahun 2018.
c.     Untuk mata acara Rapat ke-6 Persetujuan Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN     diantaranya PER-04/MBU/2014, PER-18/MBU/10/2014 dan PER-22/MBU/12/2014.
d.     Untuk mata acara Rapat ke-7 mengenai Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham     Perdana dimana Penawaran Umum Saham Perdana dilakukan pada tahun 2012.
e.     Untuk mata acara Rapat ke-8 mengenai Persetujuan Penjaminan lebih dari 50% (lima puluh     persen)     dari Kekayaan Bersih Perseroan saat ini dan yang akan datang dalam rangka     mendapatkan fasilitas yang akan diterima oleh Perseroan dari Lembaga Keuangan Bank, Lembaga     Keuangan Bukan Bank dan Masyarakat (melalui Efek selain Efek Bersifat Ekuitas melalui     Penawaran Umum) dalam rangka menambah fasilitas kredit untuk membiayai modal kerja proyek-    proyek Perseroan khususnya di bidang infrastruktur.
f.     Untuk mata acara Rapat ke-9  mengenai Persetujuan untuk melakukan investasi dalam bidang     usaha Sarana dan Prasarana (infrastruktur), Precast, Realty, Energi yang nilai tiap     transaksinya diatas 50% dari total ekuitas yang akan dilaksanakan pada tahun 2015
g.     Untuk mata acara Rapat ke-10 yaitu Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, diantaranya akan     dilakukan penyesuaian atas diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32     /POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan     Terbuka (“POJK No.32”) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang     Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK No.33”).
h.     Untuk Mata acara Rapat ke-11 yaitu Perubahan Susunan Pengurus Perseroan, dilaksanakan sesuai     dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-    02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Dewan     Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN serta Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015     tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN.

Catatan:
1.    Perseroan tidak mengirimkan undangan tersendiri kepada para pemegang saham Perseroan karena     iklan Panggilan ini dianggap sebagai undangan resmi.
2.    Berdasarkan Pasal 25 ayat 7 Anggaran Dasar Perseroan, yang berhak menghadiri/mewakili dan     memberikan suara dalam Rapat tersebut adalah pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat     dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 April 2015, pukul 16.00 WIB.
3.  a.    Pemegang saham yang tidak hadir dapat diwakili oleh kuasanya dalam Rapat dengan membawa Surat Kuasa, dengan ketentuan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan karyawan Perseroan dapat bertindak selaku kuasa pemegang saham Perseroan   dalam Rapat ini, namun suara     yang mereka keluarkan tidak diperhitungkan dalam  pemungutan suara.

    b.   Formulir Surat Kuasa dapat diperoleh setiap jam kerja di Biro Administrasi Efek (“BAE”) Perseroan.


            PT Datindo Entrycom
            Puri Datindo, Wisma Sudirman, Jl. Jend. Sudirman Kav. 34-35, Jakarta, 10220
           Telepon 021 – 570 9009 / 570 8912 Faksimili 021 – 570 9026 / 570 8914
   


4.    Pemegang saham atau kuasanya yang akan menghadiri Rapat diminta untuk membawa dan     menyerahkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku kepada petugas pendaftaran sebelum     memasuki ruang Rapat. Bagi pemegang saham dalam Penitipan Kolektif wajib memperlihatkan     Konfirmasi Tertulis untuk Rapat (KTUR) yang dapat diperoleh melalui Anggota Bursa atau Bank     Kustodian.
5.    Bagi pemegang saham berbentuk Badan Hukum diminta untuk membawa fotokopi lengkap dari     Anggaran Dasarnya serta susunan pengurus yang terakhir.
6.    Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 15 POJK No. 32, bahan mata acara Rapat tersedia sejak     tanggal Pemanggilan RUPS sampai dengan penyelenggaraan RUPS, kecuali untuk materi mata acara     Rapat ke-11, sesuai dengan Pasal 15.7.b  POJK No.32, akan tersedia paling lambat pada saat     Rapat diselenggarakan. Bahan mata acara Rapat dapat diperoleh di Kantor Pusat Perseroan pada     jam kerja Perseroan jika diminta secara tertulis oleh Pemegang Saham Perseroan. 
7.    Untuk mempermudah pengaturan dan tertibnya Rapat, pemegang saham atau kuasanya dimohon untuk     hadir di tempat Rapat 30 (tiga puluh) menit sebelum Rapat dimulai.



                Jakarta, 2 April 2015
                Direksi Perseroan

PT Waskita Sangir Energi (WSE), anak perusahaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, hari ini Senin (30/03/2015) di Padang, Sumatera Barat, menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumatera Barat atas Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) Sangir Hulu kapasitas 2 x 5 MW. Hadir dalam acara ini Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Desi Arryani, M.M., General Manager PLN Wilayah Sumbar, Ir. Wasito Adi, Kepala Divisi EPC, Ir. M. Indrayana, M.Eng, S.C., dan Direktur Utama PT WSE, Ir. Surahman, M.Tech, M.Eng.

Dirops I PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam sambutannya berharap PLTM Sangir Hulu ini  sudah bisa commissioning pada akhir tahun 2015, dan paling lambat sekitar bulan April 2016 listriknya sudah bisa dijual ke PT PLN.

Di tengah gerimis dan sesekali guyuran hujan serta kilatan petir, kami menyusuri jalan setapak menuju kebun singkong di Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Bersama Ketua Unit PKBL PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Jefrides, S.E. beserta staf dan Kepala Desa Sodong, Sukmajaya, yang juga didampingi Sekdes, kami beriringan menembus rimbunnya pepohonan melinjo dan rambutan yang merupakan bagian dari komoditas andalan petani setempat. Sekitar setengah jam perjalanan dari jalan desa, kami sampai di hamparan kebun singkong seluas 5 hektar yang siap panen. Inilah salah satu lokasi, dari beberapa lokasi lainnya yang mencapai total luas 39 hektar, milik para petani Sodong sebagai mitra binaan Unit PKBL PT Waskita Karya (Persro) Tbk.

Hari itu, Selasa (24/03/2015), adalah saat dimulainya Panen Raya Singkong milik 4 (empat) kelompok petani mitra binaan Unit PKBL PT Waskita Karya (Persero) seluas 39 hektar. Empat pohon singkong jenis Manggu (manihot esculenta) dicabut menandai panen raya tahun ini. Satu demi satu kami amati singkong yang sudah terangkat ke permukaan tanah. Luar biasa memang, dari empat pohon yang dicabut semuanya memiliki umbi yang lebat, panjang, dan besar. Bahkan ada satu pohon yang menghasilkan singkong seberat 12 kg.

Jika pada program kemitraan dengan petani singkong tahap ini berhasil, maka Unit PKBL PT Waskita Karya (Persero) membuka kemungkinan melanjutkan dan mengembangkan pola kemitraan ini di masa depan dengan petani-petani singkong lainnya.

 

 

Dalam rangka persiapan Rights Issue, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengundang pihak-pihak yang memiliki kualifikasi untuk berpartisipasi dalam pengadaan Lembaga / Profesi Penunjang Pasar Modal sebagai berikut  :
1.    Penjamin Pelaksana Emisi (PPE);
2.    Konsultan Hukum (KH).

Persyaratan umum bagi peserta Pengadaan adalah sebagai berikut  :
1.    Terdaftar sebagai Lembaga/Profesi Penunjang di OJK;
2.    Memiliki pengalaman dalam menangani IPO / right issue & transaksi pasar modal lainnya;
3.    Didukung oleh tenaga professional yang cakap pada bidangnya;
4.    Bersedia menandatangani Pernyataan Integritas.

Persyaratan khusus untuk PPE bersedia melakukan penjaminan emisi secara full commitment.

Perusahaan yang berminat mengikuti Pengadaan ini harus menyerahkan Surat Pernyataan Minat yang ditandatangani oleh Direktur Perusahaan (format bebas) pada saat Rapat Penjelasan /Aanwijzing, yang akan dilaksanakan pada  :

            Hari/Tanggal    :  Jum’at, 20 Maret 2015
            Waktu            :  Sesi I  (PPE) Pukul  09.00 – 10.00 WIB
                                    Sesi II (KH)   Pukul 10.15 – 11.15 WIB
           Tempat           :  Kantor Kementerian BUMN
                                    Ruang Rapat lantai 17
                                    Jl. Medan Merdeka Selatan No.13
                                    Jakarta Pusat

Kerangka Acuan Kerja (KAK) dapat diunduh di website perusahaan www. waskita.co.id atau www.bumn.go.id

 

Dengan ini diberitahukan kepada para pemegang saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”), bahwa Perseroan bermaksud untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“Rapat”) di, Jalan MT. Haryono Kav No. 10 Jakarta 13340 , pada hari Jumat, tanggal 24 April 2015, pukul 09.00 WIB.
Pemegang Saham yang berhak hadir dalam Rapat adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 01 April 2015 sampai dengan pukul 16.00 WIB dan pemilik saham Perseroan pada sub rekening efek PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia tanggal 01 April 2015
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Terbuka (“POJK No. 32”), dan Pasal 20 ayat 4 Anggaran Dasar Perseroan, usul-usul dari pemegang saham Perseroan harus dimasukkan dalam acara Rapat apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Diajukan secara tertulis kepada Direksi Perseroan oleh seorang atau lebih Pemegang Saham    yang mewakili paling sedikit 1/20 (satu per duapuluh) bagian dari     jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan dengan hak  suara yang sah.
  2. Usul tersebut telah diterima oleh Direksi Perseroan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pemanggilan RUPS.
  3. Usul tersebut harus (a) dilakukan dengan itikad baik; (b) mempertimbangkan kepentingan Perseroan; (c)  menyertakan alasan dan bahan usulan mata acara rapat; dan (d) tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Sesuai ketentuan Pasal 13 ayat 3 POJK dan Pasal 23 ayat 4 butir f Anggaran Dasar Perseroan, pemanggilan Rapat akan dilakukan dengan cara memasang iklan sedikitnya pada 1 (satu) surat kabar/harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan paling lambat pada hari Kamis tanggal 2 April 2015.



Jakarta, 18 Maret 2015
DIREKSI
PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Indoport Expo tahun 2015 digelar di Grand City Surabaya. Pameran kepelabuhanan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Kamis (05/03/15). Pameran yang akan berakhir Sabtu (07/03/15) ini diikuti oleh lebih dari 40 perusahaan, baik BUMN maupun swasta, termasuk di dalamya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, Bobby R. Mamahit, para pejabat Pemprov jawa Timur dan Pemda Surabaya, serta para pejabat PT Pelindo

Dalam pidato sambutannya Saifullah Yusuf mengatakan, Jawa Timur sedang terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana dengan membangun Pelabuhan Teluk Lamong agar dapat menarik investor di Jatim.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan pelabuhan Teluk Lamong itu tujuan utamanya untuk meningkatkan perdagangan dan perekonomian  di Jatim, sekaligus untuk menyiapkan  tempat para investor yang datang dan mau menanamkan modalnya di Jawa Timur.


 

“Jatim adalah provinsi yang sangat besar dengan 38,530 Juta jiwa yang tersebar di 38 Kabupaten dan Kota, dan harus meningkatkan perekonomian,” kata Gus Ipul, panggilan akrabnya.

Sarana ini harus juga dibarengi dengan segala kemudahan pengurusan perizinan yang terkait dengan investasi, sebab Teluk lamong dibangun dengan dengan sarana satu atap.

Karena itu, Pemprov Jatim menyiapkan lahan yang sangat luas, yakni sekitar 386 hektar, namun untuk pembangunan tahap awal baru seluas 38,86 ha serta telah dioperasionalkan.

Data investasi tahun 2014 sebesar Rp 145,03 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp 19,29 triliun, PMDN sebesar Rp 42,55 triliun dan PMDN Non Fasilitas sebesar Rp 83,19 triliun.

Sedangkan kinerja perdagangan di Jatim untuk barang dan jasa baik luar negeri maupun antar daerah tahun 2013 sebesar Rpp 539,111 triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp 611,323 triliun.

Sementara data impor barang dan jasa baik luar maupun dalam negeri serta antar daerah tahun 2013 sebesar Rp 512,915 triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp 618,165 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014, sebesar 5,86 persen sedang pertumbuhan nasional hanya 5,02 persen. Untuk peran sector  perdagangan dan pergudangan di Jatim terhadap PDRB pada posisi ke-8, yakni sebesar 3,20 persen.

Dan posisi tertinggi sektor industri pengolahan yaitu sebesar 28,90 persen, urutan kedua sektor perdagangan dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,24 persen.

Pertumbuhan ekonomi baik tersebut, karena Jatim memiliki sarana jalan yang sangat bagus  dan panjang, yakni jalan nasional yang di jatim sepanjang 2,027 km, jalan propinsi 2.000,98 km dan jalan kabupaten/kota sepanjang 23.491,92 km.

Jalan panjang ditambah jumlah kendaraan yang lumayan banyak yakni kendaraan roda dua (2) per desember 2014 sebanyak 12.824.700 dan kendaraan roda empat (4) per desember 2014 sebanyak 1.695.856 unit.

“Untuk  itu dibutuhkan sistem transportasi yang lebih baik di masa mendatang,” terusnya.

Saat ini, isu transportasi laut di Indonesia masih high cost transportasi. Besarnya ongkos angkut menurut Bank Dunia Jakarta paling tinggi, yakni sebesar 15,32 persen dari biaya produksi dan urutan kedua Surabaya sebesar 13,67 persen dari biaya produksi, sedang urutan ketiga  adalah negara Jepang sebesar 4,88 persen dari biaya produksi.

“Untuk itu diupayakan untuk ditekan agar barang ekspor dapat bersaing di pasar internasional, sehingga kedepan Indonesia bisa menjadi produsen untuk masyarakat dunia,” papar dia.


 

Pada bagian lain pidatonya, Saifullah mengutip pendapat Prof. Geoffrey Till yang  mengatakan betapa strategisnya isu maritim yang kini tengah digalakkan oleh pemerintahan Jowo Widodo. Karena strategisnya isu tersebut maka poros maritim akan dapat diwujudkan jika Negara itu memiliki pemimpin yang kuat, mendapat dukungan penuh dari tentara yang kuat, dan telah terwujudnya modernisasi ekonomi.

Di Indinesia, kata Saifullah, pembangunan kemaritima masih memiliki beberapa hambatan yaitu: belum adanya mental ideologi kemaritiman, lemahnya koordinasi antarkemeterian, belum padunya kebijakan pusat dengan daerah, serta belum utuhnya dukungan dari parlemen.

Oleh karena itu sejalan dengan hambatan yang dihadapi maka kita sesungguhnya memiliki beberapa tantangan dalam membangun kemaritiman, antara lain dalam hal internalisasi budaya kemaritiman, perlunya tindakan revolusioner dalam mengubah pola pikir daratan menjadi berpola pikir maritim, dan tantangan berikutnya adalah diperlukan proses pendidikan dasar dan menyeluruh serta terus-menerus untuk mendorong pola pikir maritim.


 

 

Sebanyak 164 orang pegawai baru program MT (management  trainee) PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai menjalani masa orientasi sejak tanggal 03 Maret 2015 di Gedung Kantor Pusat Waskita, di Jakarta (Selasa, 03/03/15). Masa orientasi akan berakhir  tanggal 02 April 2015, setelah para pegawai  baru mengikuti berbagai  macam presentasi, kunjungan, city tour, site visit, outbound, dan lain-lain. 

Pada hari pertama hingga kelima kegiatan dilaksanakan di Gedung Waskita Jakarta. Hari keenam hingga hari kesembilan para peserta orientasi melaksanakan kegiatan di Patriot Leadership Development Center, Lembang, Bandung. Dan hari kesepuluh sampai dengan hari keduapuluh tiga (penutupan) para peserta kembali mengikuti kegiatan orientasi di Jakarta.

Page 8 of 46