Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

Dihadiri Kepala Bagian Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Bima Harya Sena, S.E., M.M.,  Kepala Bagian Teknik & Pemasaran Divisi Realty, Ir. Luki Theta Handayani, Kabag KSDM & Risiko, Divisi Realty, Hartono, S.E. serta Kepala Proyek, Ir. Hengky  Proyek Hotel Cawang Jakarta mengadakan acara doa bersama dimulainya pekerjaan struktur bangunan hotel dan office tersebut (Senin, 03/03/ 2014). Acara yang dikemas  sederhana ini dihadiri seluruh staf dan para pekerja di proyek ini dengan diawali doa yang dipimpin oleh Imam Supradja. Kabag KSDM&Risiko, Hartono, mengharapkan agar semua personel menaati aturan K3 yang berlaku agar semuanya selamat hingga selesainya proyek ini. Hal yang sama diharapkan oleh Kabag Teknik & Pemasaran Divisi Realty, Luki Theta Handayani, dengan menyatakan agar seluruh personel  proyek ini mendapatkan keselamatan sehingga terhindar dari kecelakaan kerja.  Ditambahkan oleh Kabag Humas, Bima Harya Sena, bahwa di samping berusaha agar selamat dalam bekerja, para personel proyek juga perlu memperhatikan hasil kerja di proyek ini. Untuk diketahui bahwa proyek Hotel Cawang Waskita adalah proyek yang sangat strategis karena bearada di antara 2 (dua) proyek kompetitor Waskita yaitu PT Wijaya Karya disebelah kiri, dan PT Hutama Karya di sebelah kanan. “Di samping itu proyek ini terlihat sekali dari sisi jalan tol, sehingga jika ada kesalahan atau kecelakaan proyek masyarakat bisa langsung melihatnya,” tegasnya. Bima mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan diproyek ini selesai dengan selamat, dengan hasil yang terbaik, sehingga masayarakat bisa membandingkan hasil bangunan kita dengan bangunan lainnya yang ada di sekitar proyek. “Dan perlu dicamkan juga bahwa Waskita adalah kontraktor besar, karenanya kita harus bekerja dengan hasil terbaik dan selamat tanpa kecelakaan kerja,” ujarnya

Sementara Kapro, Ir. Hengky, mengajak  segenap personil proyek  untuk mencamkan serta menjalankan apa yang menjadi masukan dari para Kabag tadi. “Dan yang terpenting, kita berkumpul saat ini untuk berdoa agar kita selama bekerja diberikan keselamatan dan kesehatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.


PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan medali perak Katagori Civil Engineering Construction untuk Proyek Jembatan Pedamaran II di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Penghargaan ini dianugerahkan oleh International Federation of Asian and Western Pacific Constructions’ Associations (IFAWPCA) pada acara penutupan Konvensi ke-41 IFAWPCA di Jakarta, Rabu (12/03/2014).

Konvensi Ke-41 IFAWPCA di Jakarta berlangsung tanggal 2 s.d 5 Maret 2014 diikuti oleh ratusan delegasi dari 16 anggota IFAWPCA. Konvensi dibukan secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, pada Senin (03/03/2014). “Acara ini merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi kontraktor dalam negeri di tengah akan dilaksanakannya pasar bebas ASEAN 2015. Terlebih karena tema acara ini adalah konstruksi yang berkelanjutan dan topiknya adalah konstruksi hijau,” kata Djoko Kirmanto, sambil menambahkan bahwa ke depan, membangun tidak asal jadi, produksinya harus baik dan ramah lingkungan.

Konvensi ke-41 IFAWPCA mengambil tema "Infrastructure for a Better Future" yang membicarakan berbagai  isu infrastruktur, baik secara teknis maupun finansial. Topik pertemuan dan pembicaraan melibatkan berbagai opsi pendanaan serta mendapatkan wawasan dari negara-negara dengan pengalaman sukses dalam pembangunan infrastruktur.

Instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan sangat ampuh. Hanya selang seminggu setelah dia meminta langsung Ir M Choliq, direktur utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk --salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi-- untuk membangun jembatan laut yang menghubungkan Penajam-Balikpapan, sebuah langkah konkret langsung dilakukan. Jika tak ada aral, akhir tahun ini sudah ada pemancangan tiang. Dan diperkirakan, penyelesaiannya butuh waktu 30 bulan.


Demikian dikatakan Choliq saat rapat dengan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar di mes perwakilan Pemkab PPU, Jalan Cempaka Putih, Jakarta, akhir pekan lalu. Yusran didampingi Wakil Bupati Mustaqim dan beberapa stafnya.


“Saya sudah dihubungi langsung dengan Pak Dahlan. Memang jembatan ini sangat layak dibangun,” tegas Choliq kepada Yusran.


Tak hanya menangani urusan konstruksi, Waskita Karya juga siap menginvestasikan modal sebesar Rp 1 triliun dari total estimasi anggaran yang diperlukan sebesar Rp 5 triliun. Sementara sisanya diharapkan bisa ditutupi lewat skema konsorsium antara Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim, dan Waskita Karya. Jika konsorsium sudah terbentuk dan modal masing-masing yang disertakan terkumpul minimal 50 persen atau Rp 2,5 triliun, pembangunan bisa dimulai.


“Makanya, feeling saya kalau semua lancar, November atau Desember tahun ini sudah ada tiang pancang,” terang Choliq.


Sebagai gambaran, nilai Rp 5 triliun tadi adalah anggaran yang diperlukan untuk membangun jembatan sepanjang 4,2 kilometer serta coastal road di Balikpapan sepanjang 8 kilometer dari Pantai Melawai menuju Bandara Sepinggan.


Tentu saja kesanggupan PT Waskita Karya tadi membuat Yusran girang bukan kepalang. Sebab, kerja keras dan upayanya membangun jembatan yang oleh banyak pihak semula hanya dianggap sebagai proyek mimpi, bakal benar-benar terwujud.


“Kalau cuma dikhayalkan saja memang tidak pernah ada. Tapi kalau kita serius, pasti bisa. Dan sejak awal saya yakin, kalau ini bukan proyek mimpi. Alhamdulillah, ini semua berkat doa masyarakat,” katanya.


Bagi Yusran, kelak jika jembatan ini terbentang, manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat PPU. Tapi secara langsung juga dirasakan rakyat Kaltim, karena jembatan tersebut sekaligus menjadi jalur Trans Kalimantan, yang menghubungkan Kaltim dan Kalsel. “Yang pasti, berdampak bagi proses peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.


Sementara, Wabup Mustaqim mengatakan sangat berterima kasih atas “campur tangan” Dahlan Iskan yang langsung meminta Waskita Karya membangun jembatan ini.

“Saya sangat salut kepada beliau. Bukan hanya di sini perannya, jembatan tol di Bali juga bisa terbangun berkat dia,” kata Mustaqim.


Ditambahkan, jika mengambil komparasi jembatan tol Bali, jembatan Penajam-Balikpapan tak kalah menguntungkan.


Di Bali, dengan tarif tol Rp 10.000, kendaraan yang melintas rata-rata 6.000 kendaraan per hari. Sementara Penajam-Balikpapan, diperkirakan ada 3.000 kendaraan. Kalau tarifnya rata-rata Rp 100.000, maka keuntungannya bisa lima kali lipat.

“Jadi secara ekonomis, tak ada alasan untuk tidak membangun jembatan ini. Makanya Pak Dahlan sangat antusias. Itu belum termasuk dampak positif lainnya,” urai Mustaqim.
Untuk diketahui,  pertemuan antara Pemkab PPU dan Waskita Karya ini terjadi berkat arahan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang terlebih dahulu ditemui Bupati Yusran Aspar dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di Balikpapan, Sabtu (22/2) lalu.


Saat itu, Dahlan Iskan yang mendapat penjelasan dari Yusran tentang jembatan Penajam, langsung merespons positif. Dan, cukup lewat hubungan telepon, akhirnya pilihan jatuh kepada PT Waskita Karya untuk membangunnya.


Kehadiran Jembatan Penajam-Balikpapan tentu kian meningkatkan aksesbilitas hubungan antarwilayah, yaitu menghubungkan PPU dengan Balikpapan, serta  memperlancar jalur trans Kalimantan wilayah Selatan. Selain itu, memberikan pengaruh signifikan terhadap penghematan waktu masyarakat dari kondisi saat ini yang masih menggunakan angkutan kapal feri, kelotok, atau speedboat


Proyek Jembatan Penajam-Balikpapan nantinya akan terkoneksi dengan coastal road di Penajam dan Balikpapan. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, jembatan yang akan melintasi Teluk Balikpapan tersebut aman dan tidak mengganggu lalu lintas laut kapal yang keluar masuk,  serta tidak mengganggu lalu lintas pesawat di Sepinggan.(Sumber: www.kaltimpost.co.id)

Menyambut kedatangan para peserta konvensi International Federation of Asian and Western Pacific Contractors Associations (IFAWPCA) ke-41 di Jakarta, tuan rumah Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) beserta panitia pelaksana konvensi menggelar acara President Dinner, Minggu (02/03/2014) di kawasan  Jalan Sudirman, Jakarta. Hadir dalam acara ini Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Para Pengurus Teras AKI, para undangan, dan ratusan delegasi dari 16 anggota IFAWPCA.

Kemudian pada acara pembukaan konvensi IFAWPCA, Senin (03/03/2014), Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan bahwa acara ini merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi kontraktor dalam negeri di tengah akan dilaksanakannya pasar bebas ASEAN 2015. Terlebih karena tema acara ini adalah konstruksi yang berkelanjutan dan topiknya adalah konstruksi hijau. "Ke depan, membangun tidak asal jadi, produksinya harus baik dan ramah lingkungan," ujar Djoko.

Konvensi kali ini mengambil tema "Infrastructure for a Better Future" yang akan membicarakan berbagai isu infrastruktur, baik secara teknis maupun finansial. Topik pertemuan dan pembicaraan akan melibatkan berbagai opsi pendanaan serta mendapatkan wawasan dari negara-negara dengan pengalaman sukses dalam pembangunan infrastruktur.

Djoko menambahkan, pembangunan infrastruktur di suatu negara tidak saja dilakukan oleh pemerintah, tetapi dengan pemangku kepentingan lainnya. Pembangunan infrastruktur dinilai mendesak dan tidak mungkin semua proyek dibebankan kepada uang negara. "Pembangunan . "Pembangunan infrastruktur tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi semua stakeholder (pemangku kepentingan) karena infrastruktur sangat krusial. Konektivitas itu penting, terutama untuk mengembangkan perekonomian suatu negara," kata Menteri Djoko. (Sumber: Tempo.co)



PT Waskita Sangir Energi (WSE), anak perusahaan yang didirikan secara patungan antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan PT Shalawat Power, kini menapaki babak baru dalam pengelolaan  bisnis energi di Indonesia.  Setelah pada akhir tahun 2013 WSE mendapatkan ijin prinsip pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sangir Hulu 2 x 5 MW dari Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, serta Kesepakatan Bersama WSE dengan Perwakilan Masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, maka Selasa dan Rabu (25 – 26/02/2014) Manajemen  WSE mengadakan sosialisasi, musyawarah, dan seremoni dengan melibatkan masyarakat dan para pejabat terkait di Kabupaten Solok Selatan, khususnya di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.

 

Hari Selasa (25/02/2014), misalnya, bertempat di Hotel Pesona Alam Sangir, manajemen WSE melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pembebasan lahan di Lubuk Gadang Timur. Hadir dan memberikan penjelasan kepada masyarakat antara lain Camat Sangir Drs. Alifis, Pejabat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kab. Solok Selatan Yuhernel, Pejabat Badan Pertanahan Nasional Kab. Solok Selatan, Ardinal Lutfi, serta Wali Nagari Lubuk Gadang Timur Nurhayati Rais, AMd. Sedangkan manajemen yang hadir dari WSE adalah Direktur Utama WSE, Ir. Eman Surahman, M.Tech, M.Eng yang sekaligus mempresentasikan upaya-upaya yang dilakukan dalam pembangunan PLTM Sangir Hulu, Direktur Keuangan WSE Novianto Ari Nugroho, S.E., para staf WSE. Hadir pada kesempatan ini Project Manager Proyek PLTM Sangir Hulu, Ir. Mintadi dan2 (dua)orang perwakilan dari Bank Mandiri yang juga melakukan kunjungan ke lokasi proyek.

Sehubungan dengan rencana pembangunan PLTM Sangir Hulu 2 x 5 MW, para pejabat terkait di Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok Selatan dan masyarakat Lubuk Gadang Timur sangat antusias dan mendukung rencana tersebut. Dukungan ini dilatarbelakangi masih kurangnya pasokan energi listrik di Sangir, dan juga satu harapan baru bagi masyarakat yang selama ini cukup lama merindukan hadirnya PLTM di tengah maraknya janji kosong pengembang atas pembangunan PLTM di Kabupaten Solok Selatan. “Banyak pengembang yang berencana membangun PLTM, ijin prinsip sudah didapat tetapi mereka tak kunjung memulai pembangunannya,” ungkap salah satu peserta sosialisasi menyatakan kekecewaannya. WSE yang merupakan anak perusahaan dari BUMN sekaliber PT Waskita Karya (Persero) Tbk tentu saja berusaha keras mewujudkan harapan masyarakat tersebut secepatnya. Dan WSE optimis pada bulan Mei 2014 pekerjaan konstruksi PLTM Sangir Hulu 2 x 5 MW segera dapat dimulai.

 

Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi sumber daya air yang sangat cukup untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Di kecamatan ini terdapat 5 (lima) lokasi yang sangat potensial untuk dibangun PLTM, yaitu Jorong Leter W Nagari Lubuk Gadang Timur, Jorong Pamong Ketek Nagari Lubuk Gadang, Jorong Durian Tarung Nagari Lubuk Gadang, dan serta 2 (dua) lokasi di  Jorong Timbulun Nagari Lubuk Gadang.

Tanggal 26 Februari 2014, di Jorong Leter W, Nagari Lubuk Gadang Timur, Dirut WSE melakukan peletakan batu pertama Pembangunan PLTM Sangir Hulu 2 x 5 MW. Sebelumnya, di masjid Jabal Nur digelar penyerahan bantuan dana untuk merenovasi Masjid Jabal Nur sebesar Rp 30.000.000,- sebagai bentuk implementasi program CSR PT Waskita Sangir Energi.


 

 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita) menargetkan perolehan nilai kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp 18,7 Triliun,   Pendapatan Usaha sebesar Rp 11,8 Triliun,  dan laba bersih sebesar Rp 443 Miliar. Direktur Utama Waskita, Ir. M. Choliq, M.M., usai acara Analyst Meeting 2014, di Jakarta, Rabu (19/02/2014) mengatakan, pada tahun 2014 perseroan masih focus dalam melakukan pengembangan bisnisnya, yaitu:

1.    Beton Precast, di mana Waskita telah membangun 4 (empat) pabrik beton precast di Cibitung, Pasuruan, Sadang dan Palembang. Kapasitas pabrik beton precast di tahun 2014 sebesar 750.000 ton dengan rincian, Cibitung     : 150.000 ton, Pasuruan : 200.000 ton,  Sadang : 200.000 ton, dan Palembang        : 200.000 ton

Sekitar 50% dari total produksi beton precast digunakan untuk mencukupi kebutuhan internal, sedangkan sisanya dijual kepada pihak eksternal.

2.  Proyek Realty, untuk proyek ini  Waskita memiliki dua pilot project yaitu di Cawang dan Alam Sutra.  Di Cawang, Waskita berencana membangun gedung kantor dan hotel. Luas lahannya sebesar 3.155 m2. Proyek ini akan disewakan dan direncanakan untuk memberikan kontribusi kepada pendapatan Perseroan di tahun 2015.

Sedangkan proyek di Alam Sutra, dengan luas tanah sekitar 1 hektar, Waskita berencana membangun apartemen, soho dan condotel. Proyek ini dilakukan dengan KSO antara Waskita dengan PT Triniti Properti Group. Waskita memiliki 51% bagian dari proyek ini. Pada tanggal 16 Februari 2014 telah dilakukan soft launching untuk tower I dan sudah terjual sebanyak 500 unit.

    3.   Investasi di Bidang Energi

Pada bulan Juli 2013, Waskita mendirikan sebuah anak perusahaan di bidang PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) yang bernama Waskita Sangir Energi yang berlokasi di Sangir, Sumatera Barat. WSE memiliki total investasi sebesar Rp 180 Miliar dengan kapasitas output 10 MegaWatt.

          4.   Investasi di Proyek Jalan Tol

Waskita memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang Jalan Tol yaitu PT Citra Waspphutowa. Perusahaan ini mengoperasikan ruas jalan tol antara Depok-Antasari. Perseroan memiliki saham di perusahaan ini sebesar 12.5% dan bekerja sama dengan PT Citra Marga Nusaphala (62.5%), PT Pembangunan Perumahan (12.5%) dan PT Hutama Karya (12.5%). Ruas jalan tol ini memiliki panjang ruas sebesar 21 km yang terbagi menjadi dua seksi. Seksi 1 adalah ruas Antasari-Krukut sepanjang 8.5 km sedangkan seksi 2 ruas Krukut - Bojong gede sepanjang 13,5 km. Seksi 1 diperkirakan akan mulai masa konstruksi di semester 1 2014.


Pada tahun 2013 Waskita telah memperoleh kontrak baru senilai Rp 13,1 triliun. Waskita menangani total kontrak sebesar Rp 21.9 triliun. Proyeksi nilai kontrak ini sudah termasuk carry over tahun 2012 sebesar Rp 8.8 Triliun. Sedangkan Laba Setelah Pajak tahun 2013 sebesar 367.9 miliar atau meningkat 10% dibandingkan realisasi tahun 2012 sebesar 254 Miliar. Beberapa proyek besar yang sudah diperoleh antara lain proyek pekerjaan terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (JO) senilai Rp 1,6 triliun, PLTU Amurang 2x30 MW sebesar Rp 550 miliar, Ciledug Mall sebesar Rp 323 miliar, Jembatan Kapuk Naga Indah di Jakarta senilai Rp 238 miliar.  Waskita juga memperoleh proyek di Luar Negeri, yakni Upgrading Bandara Suai di Timor Leste senilai USD 67 juta dan Maktaf Capacity Project di Mekkah Arab Saudi senilai Rp 57 miliar.


 

 

 

 

Sekitar 250 unit perkantoran, suite,  dan juga SoHo (small office home office) dari berbagai tipe di Brooklyn, Alam Sutera, Serpong, habis terjual pada soft launching hari Minggu (16/02/2014). Dengan demikian sejak  private gathering PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Triniti, di Serpong Tangerang, Jumat (20/09/13), total unit yang sudah terjual mencapai  500 unit Brooklyn Apartement, dan kini tinggal menyisakan unit-unit di Tower Timur saja.

PT Waskita Karya Tbk bersama PT Triniti Property Group memang jeli menangkap peluang Serpong, Tangerang, Banten, dengan meluncurkan proyek 2  (dua) tower apartemen dengan nama Brooklyn:  suite, SoHo, dan office dengan investasi Rp 800 miliar.

Kepala Divisi Realty PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Didit Oemar Prihadi, M.M. mengatakan, proyek apartemen dan SoHo serta Office digarap Waskita dalam rangka mengembangkan usaha bidang property,  “dan kawasan Alam Sutera Serpong adalah pilihan yang tepat untuk bisnis porperti ini,” tegas Didit Oemar dalam acara soft Launching Brooklyn Apartemen, SoHo dan Office, di Serpong, Minggu (16/2).

Kepala Divisi Realty PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Didit Oemar Prihadi, M.M. (paling kiri)

bersama CEO PT Triniti Property Group, Bong Chandra, saat konferensi pers Soft Launching

Brooklyn Apartemen, SoHo dan Office, di Serpong, Minggu (16/2)

 

“Kami bekerjasama dengan Perusahaan properti Triniti dengan komposisi 51% Waskita dan 49% dimiliki oleh PT Triniti Property Group, proyek ini ditargetkan pada selesai  pada kuartal tiga 2016,” kata Didit.

Didit mengungkapkan, kawasan Serpong, terutama di Alam Sutera, merupakan kawasan kota Mandiri yang menjadi icon sendiri sehingga bisnis properti di kawasan ini sangat menarik, di tengah kondisi Jakarta yang sering banjir dan macet.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) PT Triniti Property Group, Bong Chandra menegaskan, proyek apartemen, SoHo dan perkantoran Brooklyn dibangun di atas lahan 1 hektar, yang terdiri dari 2 (dua)  tower apartemen termasuk ada SoHo dan juga perkantoran.  Menurut Bong, Brooklyn dengan 2 (dua) tower apartemen memiliki 27 lantai  dengan 900 unit, dan kapasitas parker 900 unit kendaraan.

Berfoto usai peluncuran Brooklyn Apartemen, SoHo dan Office, di Serpong, Minggu (16/2)

 

 

Bong mengatakan, konsep hunian SoHo dibangun untuk menjawab kebutuhan tinggal sekaligus bekerja di tempat yang sama. “SoHo dibangun untuk memenuhi kebutuhan para profesional, eksekutif, maupun pengusaha muda terutama mengakomodir start up company,” ujarnya.

Sampai saat ini, unit-unit apartemen dan SoHo Brooklyn sudah terjual sebanyak 500 unit, dengan harga Rp 17,6 juta per meter persegi (m2) untuk apartemen, dan Rp 600 juta-Rp 1,5 miliar untuk unit SoHo.

Apartemen Brooklyn ini memiliki 3 tipe pilihan, yaitu tipe studio (34,79 m2. Tipe one bedroom 45,10 m2. Dan tipe two bedroom 66,88m2. Selain itu apartemen ini juga dilengkapi dengan fasilitas mewah, seperti infitnity sky pool, fitness Lounge, children Playland dan juga cafe.  Sedangkan di sekelilingnya sudah ada Mall Living World, Mall Alam Sutera, Binus University, Hotel Mercure serta sejumlah fasilitas lainnya.

Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan Brooklyn Apartemen, SoHo dan Office, di Serpong, Minggu (16/2)

 

Sebanyak 250 unit Brooklyn Apartemen, SoHo dan Office, terjual dalam soft launching, di Serpong, Minggu (16/2)

 

Thursday, 13 February 2014 03:22

PENGUMUMAN

Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk ("WSKT"), dengan ini mengumumkan bahwa pada tanggal 21 Januari 2014 telah menetapkan Periode Pelaksanaan dan Harga Pelaksanaan untuk Hak Opsi MESOP Tahap II dan telah diumumkan melalui Website Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian pelaksanaan Program MESOP Tahap II adalah sebagai berikut :

 

Pendistribusian Opsi tahap II (Grand date II)   

Pada tanggal 21 Januari 2014

Peserta yang Berhak             

Peserta yang tercatat pada data kepesertaan pada tanggal 21 Januari 2014 yang memenuhi persyaratan kepesertaan Program MESOP Tahap II

Umur Opsi (Option Life)

 

5 tahun sejak tanggal penerbitannya yakni 21 Januari 2014

Harga Pelaksanaan (Exercise Price)

 

Rp 396,- (tiga ratus Sembilan puluh enam rupiah) per saham

No Rekening Bank Pelaksanaan Hak Opsi

Peserta yang akan melaksanakan hak Opsi dapat menyetorkan harga pelaksanaan pada Rekening Bank Mandiri Kantor Kas Waskita Karya No. A/C 1660034666669 atas nama PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Masa Tunggu (Vesting Period)

1 tahun sejak tanggal penerbitannya yakni 21 Januari 2014

 

Periode Pelaksanaan (Window Exercise)

 

 

Tahun 2015

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 18 Mei 2015

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 01 Nopember 2015

Tahun 2016

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 18 Mei 2016

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 01 Nopember 2016

Tahun 2017

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 18 Mei 2017

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 01 Nopember 2017

Tahun 2018

30 Hari bursa dimulai sejak tanggal 18 Mei 2018

30 Hari bursa dimulai sejak tangga 01 Nopember 2018

 

Jakarta, 21 Januari 2014

Direktur Utama

 

Ir. M.Choliq, M.M.

 

Tuesday, 11 February 2014 09:45

Lomba Memancing HUT Ke-53 Waskita

 

Para peserta Lomba Memancing HUT Ke-53 PT Waskita Karya (Persero) Tbk

tampak antusias berlomba untuk mendapatkan hadiah dan juga doorprize

yang disediakan panitia, di Jakarta, Sabtu (08/02/14)

Monday, 10 February 2014 03:11

Waskita Karya, Perusahaan BUMN Terbaik 2014

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, salah satu BUMN Jasa Konstruksi di Indonesia, terpilih sebagai perusahaan BUMN terbaik 2014 versi Majalah Indonesia Inspire dalam ajang Indonesian Creativity & Best Leader Award 2014, di Jakarta, Jumat (07/02/2014). Acara yang berlangsung untuk ketiga kalinya ini digelar Majalah Indonesia Inspire bekerja sama dengan PT Sembilan Bersama Media dihadiri antara lain oleh pejabat Kementerian Koperasi dan UKM serta pejabat dari Pemda DKI Jakarta.

Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kinerja perusahaan, perorangan, dan lembaga yang mampu memberikan  kesejahteraan dan inspirasi masyarakat sekelilingnya. Diharapkan para penerima penghargaan ini akan menjadi motivator bagi masyarakat untuk mengikuti kesuksesan, pencapaian, dan keberhasilannya.

Dalam sambutan tertulisnya Ketua Pelaksana dan Founder PT Sembilan  Bersama Media, Laksdya TNI (Purn) Gunadi, MDA, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat efektif untuk memberikan motivasi dan menumbuhkan kreativitas bagi penerimanya. Selain itu, award juga merangsang inovasi, semangat kemandirian, serta entrepreneurship dalam menghadapi arus globalisasi untuk memenangkan persaingan global.

Di sisi lain, tulisnya, kreativitas generasi muda Indonesia sudah terbukti dan diakui oleh berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Diharapkan, generasi muda akan mampu membangun kesejahteraan serta kemandirian  perekonomian yang mampu menyejahterakan bangsa di masa mendatang. Pada generasi muda lah masa depan bangsa ini dipertaruhkan, apakah akan menjadi bangsa besar atau pecundang yang meratapi kekalahannya dari bangsa lain.

Ajang Indonesian Creativity & Best Leader Award diselenggarakan setiap tahun, dan tahun 2014 merupakan tahun ketiga dengan segenap harapan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menempa diri menjadi inovator dan entrepreneur tangguh demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Dalam acara Gala Winner Penghargaan ini memang hadir para penerima dari kalangan generasi muda yang telah menunjukkan prestasinya sebagai inovator dan entrepreneur.

Wakil dari Perusahaan, Perorangan, dan Lembaga penerima penghargaan

Indonesian Creativity & Best Leader Award 2014 berfoto bersama usai acara Gala Winner, Jumat (07/02/2014)

 

Page 8 of 35