Berita Waskita


Eka Suhardiman

Eka Suhardiman

PT Cimanggis Cibitung Toll Ways (CCT), pemilik konsesi jalan tol Cimanggis-Cibitung memastikan proyek tol tersebut akan segera dikerjakan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan kontruksi pada hari Selasa (29/09/15) oleh Direktur Utama PT CCT, Ir. Herwidiakto, M.Tech. dengan Kepala Divisi Infrastruktur PT Waskita Karya (Perseo) Tbk, Ir. Ridwan Darma, M.M. serta antara PT CCT dengan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Ir. Sapto Santoso, M.M.

Dirut CCT, Ir. Herwidiakto mengatakan, penandatangan kontrak ini merupakan bagian dari rangkaian prosedur yang harus dilakukan agar proyek jalan tol segera berjalan.  PT Bakrie and Brothers, selaku salah satu pemegang saham di CCT, mengungkapkan  bahwa dengan penandatangan kontrak ini, maka paling tidak CCT  bisa memulai mengerjakan proyek untuk phase pertama dan semoga seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Seperti diketahui bersama, bahwa pembebasan tanah masih menjadi obyek utama dan kegiatan utama dalam pekerjaan seksi 1a, dan ditargetkan akan selesai pada bulan November 2015. “Berdasarkan informasi terakhir, Rafles tetap akan dilewati tetapi masih ada perubahan dalam konstruksinya, namun hal ini bisa kita sikapi secara terbuka dan kami tetap berkeyakinan bahwa kerjasama yang dibangun antar Waskita dengan Bakrie dapat berjalan dengan baik,” ungkap Adi, dari PT Bakrie and Brothers.


PT Pembangun, Pemilik, dan Pengelola Menara Proteksi Indonesia  (P3 MPI) akan melaksanakan pembangunan rofftop pada lantai 22 dengan melakukan Topping Off pada Gedung Hermina Tower (Menara Proteksi), Kemayoran, Jakarta Pusat. Gedung ini terdiri dari dua tower dengan tinggi masing-masing tower 22 lantai. Di antara kedua tower dihubungkan dengan sky bridge yang saat ini masih dalam proses kontruksi. “Sky bridge ini lah yang menjadikan gedung ini spesifik jika dibandingkan gedung-gedung tinggi lainnya di Jakarta, “ ungkap Kepala Proyek, Ir. Paulus Budi Kartiko, saat acara Topping Off proyek ini, Kamis (01/10/2015)

Untuk penyelesaian proyek ini, Waskita mampu menyelesaikan seluruh pekerjaan proyek 5 (lima) bulan lebih cepat dari waktu yang direncanakan semula.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 118,3 miliar dikerjakan selama 12 (dua belas) bulan kalender dan masa pemeliharaan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.  

Gedung  ini memiliki luas 69.143,7 M2, luas parkir basement 1 & 2 seluas 17.884 M2. Luas lease 1 & 2 1.252 M2, luas Rumah Sakit  lt 1 s.d.6 = 15.273 M2.

Tahap I seluas 6.000 M2, luas lobby lt 2 dan fasilitas 2.438 M2. Luas Tower 1, lantai 7 s.d. 10 = 3.831 M2, lantai 11 s.d. 18 = 7.662 M2, lantai 19 = 958 M2. Luas tower 2, lantai 7 s.d. 12 = 4.843 M2, lantai 14 s.d. 19 = 5.694 M2, luas lantai 20 = 2.229 M2, luas lantai 21 = 2.229 M2.

Hermina Tower merupakan gedung healthcare office dengan fasilitas mix-used yang terletak di di kompleks Bandar baru Kemayoran, khusus perkantoran pusat bisnis dan pengembangan Kota Satelit. Tower ini didesain dengan konsep modern dan smart building dengan luas total 69.142,7 M2.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani kontrak Paket Pekerjaan Pelebaran Jalan Batu Aji – Kuaro (MYC), Kalimantan Timur, senilai Rp 430 miliar. Paket pekerjaan ini dilaksanakan Waskita – Nindya Joint Operation dengan porsi 60% Waskita Karya dan 40% porsi Nindya Karya. Penandatangan dilakukan oleh Kabag Pemasaran II Waskita Karya Divreg Timur, Ir. Ahmadi,  pada acara peluncuran (launching) lelang dini kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2016 tahap II senilai Rp 9,32 triliun oleh Direktorat Jenderal  Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Jakarta, Selasa (30/09/2015). Pada peluncuran tahap II ini sebanyak 305 paket penanganan jalan dan jembatan yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dilelangkan.

  

Untuk TA 2016, pagu anggaran Ditjen Bina Marga sebesar kurang lebih Rp 46 triliun. Sedangkan pada bulan Agustus lalu Ditjen Bina Marga juga telah melakukan launching dini TA 2016 sebanyak 61 paket dengan nilai Rp 3,71 triliun.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W. Husaini mengatakan, melalui upaya ini Ditjen Bina Marga telah melakukan pelelangan awal kegiatan 2016 sebanyak 366 paket dengan nilai total Rp 13,03 triliun. “pelelangan dini sendiri akan terus dilakukan  setiap bulannya hingga akhir tahun 2015,” ungkapnya.

Paket-paket TA 2016 di lingkungan Ditjen Bina marga yang akan dilaksanakan lelang dini merupakan paket-paket yang dibiayai melalui APBN, baik berasal dari dana Rupiah Murni (RPM) maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Paket-paket tersebut tersebar di 34 propinsi dengan komposisi Rp 8,53 triliun berasal dari RPM dan Rp 787,61 miliar dari SBSN. Nilai lelang yang diluncurkan pada tahap II ini sendiri melebihi nilai yang ditargetkan  sebelumnya, yaitu  sebesar Rp 7,62 triliun. Selanjutnya pada Oktober, November, dan Desember akan kembali dilakukan lelang dini TA 2016 masing-masing senilai Rp 8,5 triliun, Rp 5,74 triliun, dan Rp 2,76 triliun.

Dari 366 paket yang telah dilelangkan pada tahap I dan II ini, 111 paket di antaranya (dengan nilai total Rp 7,18 triliun) merupakan pekerjaan penanganan jalan dan jembatan yang nilainya lebih dari Rp 50 miliar. Sedanbgkan 100 paket (dengan nilai total Rp 3,85 triliun) merupakan pekerjaan yang nilainya antara Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar.

Selain itu ada 86b paket (dengan nilai total Rp 1,6 triliun) adalah konrak yang bernilai Rp 10 miliar – Rp 30 miliar, dan 69 paket lainnya (Rp 0,4 triliun) adalah pekerjaan dengan nilai kontrak kurang dari Rp 10 miliar. “Dengan strategi lelang dini yang dilakukan mulai dari bulan Agustus hingga Desember nantinya, maka direncanakan pada bulan Januari kita sudah menandatangani kontrak paket tahun anggaran 2016 senilai Rp 16,73 triliun,” kata Dirjen Bina Marga.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh kontrak proyek pembangunan Jalur Kereta Api (KA) Batu Ceper – Bandara Soetta – Manggarai –  Sudirman Baru -  Duri – Batu Ceper dengan nilai kontrak Rp 560,4 miliar. Penandatangan kontrak dilakukan oleh Direktur Operasi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Nyoman Wirya Adnyana, M.M. dan Direktur Logistik dan pengembangan PT Kereta Api Indonesia (KAI),  Hanggoro, di Bandung, Senin (28/09/2015). Hadir dalam acara ini Kepala Divisi Regional Barat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ir. Ibnu Nouval.

Total panjang jalur KA Bandara mencapai 36,3 Km, jalur baru ini dibangun melewati rute yang telah ada yakni dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Batuceper. Sedangkan lokasi jalur baru sepanjang 12,1 km yang dibebaskan oleh KAI antara lain melewati 5 kecamatan di Kota Tengarang, Banten:  

Kelurahan Poris Plawad di Kecamatan Cipondoh (Kota Tangerang)

Kelurahan Tanah Tinggi di Kecamatan Tangerang (Kota Tangerang)

Kelurahan Batujaya Kecamatan Batuceper (Kota Tangerang)

Kelurahan Batusari di Kecamatan Batuceper (Kota Tangerang)

Kelurahan Belendung di Kecamatan Benda (Kota Tangerang)

Kelurahan Karangsari, di Kecamatan Neglasari (Kota Tangerang)

Kelurahan Karang Anyar di Kecamatan Neglasari (Kota Tangerang)

KA Bandara Soekarno-Hatta akan melewati 4 stasiun yaitu Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Duri-Stasiun Batuceper-Stasiun Bandara Soetta sepanjang 36,3 Km. Waktu tempuh diperkirakan mencapai 57 menit sampai 1 jam untuk sekali jalan. Total perjalanan KA Bandara mencapai 124 kali per hari.

Untuk mendapatkan informasi lengkap silakan klik link berikut ini:

 

INFORMASI TAMBAHAN (INTAM) PUB I TAHAP II WSKT.PDF

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan membuka Pameran Transportasi Indonesia 2015 di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (16/09/2015). Pameran diikuti oleh sekitar 50 peserta, termasuk di dalamnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Waskita menampilkan berbagai produk dari PT Waskita Beton Precast selaku anak perusahaan Waskita, serta berbagai proyek yang sudah dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai perusahaan penyedia jasa konstruksi.

Dalam sambutannya, Ignatius Jonan menyatakan, dalam 8 bulan pertama, kementeriannya hingga saat ini telah berhasil menurunkan angka kecelakaan hingga 20-30% dibanding tahun lalu. Tahun depan, untuk menurunkan angka kecelakaan lebih kecil, pihaknya berencana menambah alokasi anggaran untuk keselamatan transportasi. Menurut Jonan, hal utama yang dicanangkan di Kementeriannya adalah keselamatan transportasi. Usulan RAPBN 2016 yang akan kami alokasikan bagi peningkatan keselamatan transportasi jadi besar sekali. Kami anggarkan 20% untuk alokasi ini," kata Jonan.

Dalam Rancangan APBN 2016, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan alokasi anggaran Rp 50,1 triliun. Dengan anggaran tersebut, Jonan memastikan sekitar Rp 10 triliun dipakai untuk peningkatan keselamatan transportasi.

Jonan mengungkapkan, anggaran yang besar diperlukan untuk memastikan angka kecelakaan menurun.
"Spirit-nya kan zero accident. Ketika saya jadi Direktur KAI, kalau ada kecelakaan maka semuanya menjadi tidak berguna. Tentang meeting, rencana bisnis, kalau ada kecelakaan, itu tidak ada artinya," kata Jonan. Ia menegaskan, kecelakaan semua 4 moda transportasi darat, laut, udara, kereta harus turun. Sekarang saja secara keseluruhan turun 20-30%. Darat ini yang paling besar," tutupnya.



Sejumlah analis asing dari Hongkong, Taiwan, dan Scotlandia di bawah koordinasi PT Macquarie Capital  Securities Indonesia, melakukan kunjungan ke Proyek Perluasan Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Kamis (27/08/2015). Kedatangan mereka untuk mengetahui lebih dekat, jelas, dan update  mengenai progress pelaksanaan proyek, baik dari sisi manajemen maupun teknis konstruksi.

Proyek milik PT Angkasa Pura II ini dikerjakan oleh KSO Kawahpejaya – Indonesia (Wijaya Karya, Waskita Karya, Hyundai, PP, Jaya Teknik) dengan nilai kontrak Rp 4.7 triliun. Terminal 3 yang memiliki total luas area 422.804,40 M2 ini kelak akan melayanai jasa penerbangan internasional dan domestic, dengan kapasitas di masa depan 25.000.000 pax per tahun dan kapasitas puncak 5.000 pax per hari. Terminal ini memiliki 10 gate untuk penerbangan internasional dan 18 gate bagi mpenerbagan domestic. Dari total luas tersebut, bangunan terminal memiliki luas 331.101,60 M2, bangunan parkir 88.578,00 M2, gedung VVIP 6.124 M2, area operasional 285.177 M2 (2 lvel), dan area komersial 45.924 M2.

Kedatangan para analis diterima langsung oleh Kepala Proyek Ir. Aris Wijayanto dan Kepala Bagian Pemasaran Divisi Gedung, Ir. Septiawan Andri P. Usai mendengarkan presentesi dari Kepala Proyek, para analis mendapatkan kesempatan melihat langsung progress pekerjaan di lapangan.

Monday, 24 August 2015 09:34

Waskita di Ajang Pameran Indonesia Hebat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pameran Indonesia Hebat menjadi wadah untuk menunjukkan kemajuan BUMN kepada masyarakat.

Pameran ini sendiri adalah perwujudan BUMN hadir untuk negeri khususnya kita semua akan memperlihatkam kemajuan dan pencapaian lebih dari 60 BUMN, katanya.

Menteri BUMN mengatakan, pencapaian ini akan menjadi modal bagi BUMN dalam menghadapi persaingan global, “apalagi akhir tahun ini kita akan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN,”  ungkapnya dalam sambutan pada pembukaan Pameran Indonesia Hebat, di pintu selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (21/08/15).

Rini berharap melalui pameran tersebut masyarakat bisa menilai kesiapan BUMN dalam memasuki persaingan di global. Ia menekankan BUMN bukan sekadar alat negara untuk mencari keuntungan melalui sumbangan dividen maupun pajak kepada negara. BUMN, tandasnya, harus memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat luas melalui peran BUMN sebagai agen pembangunan maupun program tanggung jawab sosial dan program kemitraan dan bina lingkungan. 

Di berharap semakin banyak BUMN yang mampu bersaing di kancah dunia internasional. Sinergi antar-BUMN juga semakin kuat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, katanya. "Semoga pameran ini memberikan manfaat bagi kita semua," katanya.

Pada pameran tersebut PT Waskita Karya (Persero) Tbk memamerkan pencapaian perusahaan sampai dengan saat ini seperti proyek-proyek yang sudah maupun sedang dikerjakan, kiprah dan kinerja anak perusahaan Waskita, serta berbagai produk yang dihasilkan dan dipasarkan Waskita.



 

Segenap investor asing dan lokal didampingi oleh perwakilan dari Credit Suisse Securities Indonesia mengunjungi kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada hari Kamis, 20 Agustus 2015. Sebagai salah satu agenda acara ASEAN Banks Tour 2015, para investor bermaksud bertemu dengan jajaran manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dihadiri oleh Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Tunggul Rajagukguk, jajaran Direksi PT Waskita Toll Road Feri Purwandi Seno dan Mokh. Sadali, beserta tim Investor Relations PT Waskita Karya (Persero) Tbk, tujuan meeting ini adalah membahas kinerja PT Waskita Karya (Persero) Tbk,  terutama pada proyek jalan tol.

Dimulai dengan penjelasan singkat dari Dirkeu Waskita mengenai keputusan manajemen memasuki bisnis jalan tol dan kemudian membahas proses Rights Issue, para investor memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas rencana jangka panjang Perseroan. Pada salah satu kesempatan, Dirkeu Waskita mengatakan hingga Juli 2015 Perseroan telah membukukan lebih dari Rp 10 triliun kontrak baru. Setelah Perseroan menerima dana sebesar Rp 5,3 triliun yang berasal dari dana PMN dan Rights Issue, Perseroan kini memiliki target menaikkan nilai kontrak baru di tahun 2015 menjadi Rp 30 triliun, dan juga menaikkan laba bersih menjadi Rp 813 miliar sampai dengan akhir tahun.

Dirkeu mengatakan, bahwa sebagian besar dari proyek besar di tahun ini akan datang dari proyek jalan tol, setelah Perseroan memiliki 9 ruas jalan tol. Di masa mendatang, Waskita Karya melalui anak perusahannya, PT Waskita Toll Road akan mengakuisisi lebih dari 5 ruas jalan tol hingga akhir tahun 2015.

Page 8 of 50